Banyumas Raya

Perhelatan global seperti Piala Dunia FIFA pasti menjadi ajang untuk publik buat mampu membagikan pengalaman mereka di media sosial, upload post dan berinteraksi online dengan para orang yg dicintai melalui jaringan Wi-Fi.
- Situs diretas, Ditjen Pajak pastikan data wajib pajak aman
- Buka situs porno, karyawan hotel di Solo jadi tersangka peretas papan iklan
- Gandeng PPATK, Polri telusuri aliran dana hacker Surabaya Black Hat
- Sindikat pembobol software Grab raup Rp 6 miliar
- Polisi bentuk tim khusus buru tersangka baru hacker Surabaya Black Hat
- Tiga anggota SBH pernah bobol situs sejumlah pemda di Jawa Timur
Namun, pada ketika yg sama, jaringan ini bisa digunakan bagi mentransfer keterangan keuangan dan keterangan berharga lainnya di Internet. Bahkan keterangan ini mampu dicegat oleh pihak ketiga tak harus para pelaku kejahatan siber – bagi disalahgunakan.
“Kurangnya enkripsi lalu-lintas data, ditambah dengan perhelatan berskala global seperti Piala Dunia FIFA membuat jaringan Wi-Fi nirkabel menjadi target para pelaku kejahatan yg menginginkan akses gampang ke data pengguna,” ujar Denis Legezo, Peneliti Keamanan Senior Kaspersky Lab dalam informasi resminya, Jumat (22/6).
Menurut penelitian Kaspersky Lab, sebanyak 7.176 dari sekitar 32.000 jaringan Wi-Fi publik di kota-kota penyelenggara FIFA World Cup 2018 tak memakai enkripsi lalu-lintas data yg mampu menimbulkan risiko keamanan untuk penggemar sepak bola yg berkunjung ke kota tersebut.
Temuan Kaspersky Lab didasarkan pada analisa titik Wi-Fi publik di 11 kota penyelenggara Piala Dunia FIFA 2018, termasuk Saransk, Samara, Nizhny Novgorod, Kazan, Volgograd, Moskow, Ekaterinburg, Sochi, Rostov, Kaliningrad, dan Saint Petersburg.
Tiga kota dengan persentase tertinggi jaringan Wi-Fi yg tak aman adalah Saint Petersburg (37 persen), Kaliningrad (35 persen), dan Rostov (32 persen). Sebaliknya, tempat yg paling aman adalah kota yg relatif kecil – termasuk Saransk (hanya 10 persen dari titik Wi-Fi publik), dan Samara (17 persen dari titik Wi-Fi publik).
“Penelitian kalian sekali lagi menunjukkan, bahwa keamanan siber melibatkan bukan cuma aspek-aspek tertentu, tapi segala infrastruktur. Piala Dunia FIFA 2018 sudah mengkonfirmasi bahwa acara yg dihelat telah memiliki keamanan terbaik, namun perlu disadari terkait dengan Wi-Fi publik di dua titik kota tuan rumah seringkali tak demikian,” katanya. [faz]
Sumber: http://www.merdeka.com
BanyumasRaya.com

