Banyumas Raya

Perusahaan analis aplikasi mobile, App Annie, memprediksi trafik aplikasi dari smartphone bagi menonton Piala Dunia 2018 mulai tinggi. Sebab, ketika ini masyarakat lebih nyaman menonton melalui smartphone dibandingkan dengan sebelumnya.
- Lewat aplikasi ini, mahasiswa tidak dapat bohongi orang tua soal urusan kuliah
- UGM luncurkan aplikasi pantau posko korban bencana alam
- Rumah Murah BTN, aplikasi bagi berburu rumah bekas yg dilelang
- Aplikasi ini mudahkan UKM cari karyawan sekitar lokasi
- Beli kue bagi Ibu, asisten cantik Menteri Susi mampu iPhone X gratis
- Dengan aplikasi MyBoga, kini wisata kuliner cuma sejangkauan ponsel
Aplikasi berbasis layanan mulai mengalami peningkatan besar dari pesta sepak bola tersebut, di mana pemakaian live streaming mulai meningkat secara drastis. Aplikasi ride sharing (transportasi online) dan aplikasi pengiriman juga mulai menjadi primadona selama Piala Dunia.
Dalam laporannya, App Annie mengungkap sebanyak 80 persen pengguna menyampaikan mereka memakai tablet dan smartphone buat mencari status pemain dan bagi memutar ulang video penting. Kondisi ini dikenal sebagai fenomena second screening atau skrining kedua.
“Piala Dunia 2014 di Brazil ditandai oleh media sosial, sementara Piala Dunia 2018 di Rusia mulai ditandai oleh seluler. Smartphone mulai menjadi panggung penting di Piala Dunia kali ini,” tulis App Annie dalam laporannya.
Perusahaan juga memprediksikan mulai terjadi pertumbuhan besar pada tiga aplikasi bisnis utama, seperti live streaming, food delivery, dan ride-sharing.
“Aplikasi ride-sharing meningkatkan porsi pemasangan iklan dalam aplikasi di Amerika Serikat (AS) selama minggu-minggu menjelang Piala Dunia. Kemudian minggu-minggu menjelang Super Bowl diadakan dan pada upacara pembukaan Olimpiade Musim Dingin 2018,” App Annie menambahkan.
Live streaming acara olahraga sendiri sudah populer di segala dunia. Penonton online Super Bowl 2018, misalnya, meningkat sebesar 45 persen dari tahun 2017 ke tahun 2018.
30 persen supporter bahkan diketahui melakukan streaming acara olahraga pada smartphone, karena memungkinkan mereka bagi menonton pertandingan dan acara sesuai dengan keinginan.
Dalam laporan yg sama, pengguna smartphone rata-rata menghabiskan hampir tiga jam sehari bagi membuka aplikasi pada tahun 2017. Angka ini bahkan lebih tinggi pada pasar negara berkembang seperti Indonesia dan Meksiko.
Sumber: Liputan6.com
Reporter: Iskandar [faz]
Sumber: http://www.merdeka.com
BanyumasRaya.com

