BANYUMAS – RSUD Prof Dr Margono Soekarjo ditargetkan menjadi pusat layanan kesehatan (hub) untuk wilayah Banyumas Raya oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Target tersebut disampaikan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, saat melakukan peninjauan langsung ke rumah sakit tersebut, Minggu (17/5/2026), didampingi Sekda Jateng Sumarno.
Menurutnya, RSUD Margono Soekarjo harus menjadi pusat rujukan utama yang terintegrasi dengan rumah sakit lain di kabupaten/kota sekitar.
“Jadi hub-nya itu RSUD Margono Soekarjo, supporting-nya rumah sakit di sekitarnya,” ujar Luthfi.
Dorong Kolaborasi dan Layanan Hingga Desa
Luthfi menekankan pentingnya kolaborasi antara rumah sakit dengan berbagai pihak, mulai dari perguruan tinggi hingga fasilitas kesehatan milik pemerintah dan swasta.
Ia juga menyoroti pentingnya memperluas akses layanan kesehatan hingga ke tingkat desa melalui program dokter spesialis keliling (Speling).
“Masyarakat di desa lebih mengharapkan dokter datang langsung. Saya ingin dokter spesialis aktif turun tanpa harus menunggu instruksi,” tegasnya.
Program ini dinilai efektif dalam menjangkau masyarakat yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan spesialis.
Layanan Unggulan dan Ribuan Kunjungan Pasien
Direktur RSUD Margono Soekarjo, Heri Dwi Purnomo, mengungkapkan rumah sakit saat ini didukung oleh 2.204 tenaga kerja, yang terdiri dari dokter, perawat, tenaga medis lainnya, serta tenaga nonmedis.
Sejumlah layanan unggulan juga telah berjalan, di antaranya:
- bedah saraf
- jantung
- uronefrologi
- layanan maternal
Dari sisi layanan, hingga April 2026 tercatat:
- 9.888 pasien IGD
- 134.632 pasien rawat jalan
- 17.698 pasien rawat inap
Rata-rata kunjungan rawat jalan mencapai sekitar 1.432 pasien per hari.
Layani Pasien dari Berbagai Daerah
RSUD Margono Soekarjo tidak hanya melayani masyarakat Banyumas, tetapi juga menjadi rujukan bagi wilayah sekitar.
Distribusi pasien menunjukkan:
- Banyumas: 42%
- Cilacap: 16%
- Purbalingga: 13%
- Banjarnegara: 7%
- Brebes: 6%
- daerah lainnya dalam proporsi lebih kecil
Dari sisi pembiayaan, mayoritas pasien merupakan peserta BPJS, baik PBI maupun non-PBI.
Fokus pada Layanan Dasar Kesehatan
Gubernur menegaskan bahwa sektor kesehatan menjadi salah satu prioritas utama pembangunan di Jawa Tengah, karena berkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat.
Dengan penguatan peran RSUD Margono Soekarjo sebagai pusat layanan kesehatan, diharapkan kualitas layanan medis di wilayah Banyumas Raya semakin meningkat dan merata hingga ke tingkat desa.

