CILACAP – Kebakaran melanda sebuah rumah warga di Jalan Menjangan RT 03 RW 02, Dusun Gintung, Desa Ayamalas, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap, Rabu (13/5/2026) malam. Api diduga berasal dari lentera minyak tanah yang digunakan untuk menghangatkan kandang ayam di dekat dapur.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP Cilacap, Gatot Arief Wibodo, mengatakan kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 23.00 WIB oleh tetangga korban, Ahmad Miarjo (60).
“Saksi mendengar suara kayu terbakar dari arah dapur rumah korban, lalu saat dicek api sudah membesar dan membakar kandang ayam serta bagian dapur,” ujarnya.
Ditinggal Pemilik ke SPBU
Rumah tersebut diketahui milik Suradmin (64). Saat kejadian, pemilik rumah tidak berada di lokasi karena pergi ke SPBU untuk membeli bahan bakar solar.
Sebelum meninggalkan rumah, sekitar pukul 22.00 WIB, korban sempat menyalakan lentera minyak tanah untuk menghangatkan kandang ayam.
“Pemilik rumah meninggalkan lentera dalam kondisi menyala di dekat kandang ayam, lalu pergi membeli solar,” jelas Gatot.
Api Cepat Membesar, Warga Berupaya Padamkan
Melihat api yang semakin membesar, saksi langsung berteriak meminta bantuan warga sekaligus menghubungi pemilik rumah.
Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan ke Pos Damkar Kroya pada pukul 23.05 WIB.
Petugas pemadam kebakaran langsung bergerak dan tiba di lokasi sekitar pukul 23.10 WIB.
Api Padam dalam 20 Menit
Proses pemadaman berlangsung sekitar 20 menit, dan api berhasil dipadamkan pada pukul 23.30 WIB.
Dalam penanganan tersebut, petugas menghabiskan sekitar 1.000 liter air untuk memadamkan api.
Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian ini. Namun kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp15 juta.
Imbauan Waspada Penggunaan Api Terbuka
Selain melakukan pemadaman, petugas juga melaksanakan proses pendinginan, overhaul, serta pendataan di lokasi kejadian.
Petugas turut mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam penggunaan api terbuka, terutama saat ditinggalkan tanpa pengawasan, guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Please wait while you are redirected...or Click Here if you do not want to wait.

