Wakapolri Tak Ingin Miras Oplosan Ganggu Ibadah Puasa Di Bulan Ramadhan

oleh -191 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

JAKARTA, – Wakapolri Komjen Pol Syafruddin memastikan semua jajaran Kapolda bersemangat buat menuntaskan peredaran minuman keras oplosan di wilayahnya masing-masing.

Syafruddin tidak ingin peredaran miras oplosan mengganggu dan menghambat jalannya ibadah puasa di bulan Ramadhan nanti.

“Saya kasih target waktu sebelum Ramadhan harus tuntas. Orang mau beribadah ada isu miras kan enggak lucu. Bulan puasa harus fokus ibadah yg khusyuk,” ujarnya.

(Baca juga: Razia Digalakkan, Petugas Amankan Miras dan Pemiliknya)

Syafruddin menuturkan, Polri juga mulai menerjunkan tim investigasi internal bagi melakukan pengawasan kinerja aparat kepolisian daerah, kepolisian resor dan kepolisian sektor dalam menangani peredaran miras oplosan.

“Kalau serius ya kami appreciate, kalau tak serius, ada laporan ya kalian ganti. Saya telah sampaikan, harus serius, kita turunkan tim dari mabes bagi memantau kinerja,” ujarnya.

Ia menilai aparat kepolisian yg paling memamerkan kinerja signifikan, yakni kepolisian di Jawa Barat dan Jakarta. Oleh karena itu, ia meminta semua aparat di daerah lainnya buat meneladani kinerja kepolisian di beberapa daerah tersebut.

“Saya percaya itu di tempat yang lain pasti ada banyak. Di Jawa Barat aja itu sampai ke polsek-polsek-nya operasi besar besaran. Itu harus dijadikan contoh,” paparnya.

(Baca juga: Mengapa Miras Oplosan Diminati?)

Sebelumnya, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasiato mengatakan, penjualan minuman keras oplosan yg mengandung methanol dikerjakan dengan sangat tertutup. Ada tempat-tempat tertentu di mana cuma kalangan mereka yg tahu bagi mendapatkan miras tersebut.

Pengguna bilang, bapak tak mulai mampu mendapatkan itu di tempat lain. Begitu bapak sweeping di situ gak ada,” ujar Setyo di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Jumat (14/4/2018).

“Itu tahu sama tahu lah pasarnya,” lanjut dia.

Selain tempatnya yg eksklusif dan terselubung, penjualnya juga tidak dapat menjual ke orang sembarangan. Setyo mengatakan, penjual tak mulai memberikannya ke polisi karena takut ketahuan.

Setyo mengatakan, kemungkinan pelaku meracik miras oplosan dengan methanol dann ethanol karena faktor ekonomi. Dengan menjual seharga Rp 10.000-20.000 mereka mendapat keuntungan luar biasa.

(Baca juga: Polisi Sebut Penjual dan Pembeli Miras Oplosan Tahu Sama Tahu)

Korban yg tewas akibat miras oplosan selalu bertambah di Jawa Barat dan Jakarta. Di wilayah Jawa Barat, korban tewas akibat miras oplosan di Jabar menjadi 58 orang. Rinciannya yakni 41 orang di Cicalengka, 7 orang di Kota Bandung, 7 orang di Sukabumi, 2 orang di Cianjur, dan 1 orang di Ciamis.

Sementara di wilayah hukum Polda Metro Jaya, ada 33 korban meninggal. Rinciannya, 10 orang meninggal di Jakarta Timur, 8 orang meninggal di Jakarta Selatan, 6 orang meninggal di Depok, 7 orang meninggal di Bekasi Kota, dan 2 orang meninggal di Ciputat.

Dengan demikian, total korban miras oplosan di Jakarta hingga Jawa Barat adalah 91 orang.

TV Menurut kerabat korban, pada Kamis sore, korban dibawa kembali ke rumah sakit dan meninggal pada Jumat sore. 

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-4112'); });

Sumber: http://nasional.kompas.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca