TKN Minta KPU Buat Aturan Untuk Timses Yang Protes Saat Debat Berlangsung

oleh -59 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

JAKARTA, – Wakil ketua Tim Kampanye Nasional ( TKN) Eriko Sotarduga menyarankan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) buat membuat aturan yg tegas terkait adanya protes dari tim sukses ketika debat Pilpres 2019 berlangsung.

Bagi Eriko, kericuhan debat kedua pilpres pada Minggu (17/2/2019) bukan karena jumlah pendukungnya, melainkan tim sukses Badan Pemenangan Nasional (BPN) yg memicu kegaduhan.

“Jumlah pendukung yg mau dikurangi atau ditambah, kami (TKN) enggak ada masalah. Sebenarnya, debat kedua itu bagus sekali, tapi menjadi gaduh karena BPN yg memprotes ketika debat, ini membuat persepsi yg kurang pas buat masyarakat, KPU harus untuk aturan tegas,” ujar Eriko di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (21/2/2019).

Baca juga: Penjelasan BPN Prabowo-Sandi soal Video Ricuh Saat Jeda Debat Kedua

Diakui Eriko, TKN menyayangkan adanya debat yg berkelanjutan seusai debat kedua selesai oleh BPN. Baginya, memprotes hasil yg ada bukanlah esensi dari sebuah debat.

“Ini kan bukan esensi sesungguhnya dari debat. Debat itu bagaimanapun harus mengalir, harus menarik, dan membuat pemilih yakin,” ungkapnya kemudian.

Keributan yg terjadi antara pendukung Joko Widodo dan Prabowo Subianto ketika jeda debat capres pertama kali diketahui melalui video yg diunggah Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat, Andi Arief, di akun Twitternya.

Lewat akun Twitter @AndiArief__ ia menulis, “Partai Demokrat tadi malam protes keras KPU yg membiarkan terjadinya serangan yang melanggar aturan”.

Baca juga: Viral Video Ricuh Saat Break Debat Kedua, Ini Penjelasan TKN

Dalam video berdurasi 45 detik itu, kelihatan sejumlah anggota TKN dan BPN adu mulut.

Dari kubu Prabowo, nampak Juru Bicara BPN Ferdinand Hutahaean, Wakil Ketua BPN Priyo Budi Santoso, hingga Wakil Ketua BPN Jansen Sitindaon.

Sementara dari pihak Jokowi, kelihatan Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan, Direktur TKN Aria Bima, dan Wakil Sekretaris TKN Raja Juli Antoni.

Atas keributan itu, pihak KPU dan Bawaslu turun tangan.

Tampak Ketua KPU Arief Budiman, Komisioner KPU Wahyu Setiawan, Hasyim Asy'ari, Ketua Bawaslu Abhan, Anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar dan yg lainnya berusaha melerai kedua pihak.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-4112'); });

Sumber: http://nasional.kompas.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca