TKN: Ada Upaya Delegitimasi Jokowi Dengan Kampanye Hitam

oleh -70 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

JAKARTA, – Direktur Program Tim Kampanye Nasional ( TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Aria Bima, menyebutkan, maraknya kampanye hitam yg menyerang Jokowi yaitu upaya dari pihak tertentu buat mendelegitimasi pasangan capres-cawapres nomor urut 01 itu.

Menurut Aria, upaya itu dikerjakan dengan memakai isu-isu yg berkaitan dengan suku, agama, ras, dan antargolongan.

“Berita bohong atau berita palsu atau berita-berita yg (kampanye hitam) itu sebenarnya mendelegitimasi Pak Jokowi dan Pak Kiai Ma’ruf,” kata Aria ketika ditemui di Kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (6/3/2019).

“Sekarang ini banyak hal yg terkait dengan isu SARA, agama terutama, mendelegitimasi,” lanjut dia.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-5112’); });

Baca juga: Penjelasan PKS soal Wanita di Video Jika Jokowi Terpilih, Pelajaran Agama Islam Dihapus

Ia mengatakan, hoaks dalam kampanye hitam disebarluaskan dalam 3 bentuk. Pertama, man to man atau door to door.

Kedua, dalam bentuk selebaran yg disebarkan ke ruang-ruang publik, seperti tempat-tempat ibadah. Ketiga, melalui media sosial.

Menurut dia, kampanye hitam yg belakangan menyerang Jokowi-Ma’ruf dikerjakan melalui 3 metode sekaligus, baik door to door, selebaran, maupun media sosial.

Aria memprediksi, di sisa waktu kampanye ini mulai makin marak perkara serupa di media sosial karena media ini dinilai paling efektif bagi kampanye hitam dan sulit buat diperkarakan ke jalur hukum.

Baca juga: Sambangi Bareskrim, TKN Laporkan Video Berisi Fitnah Terhadap Jokowi-Maruf

Pada akhir Febuari 2019, viral sebuah video yg diduga mengarah pada kampanye hitam terhadap pasangan capres dan cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin. Video tersebut diunggah pemilik akun Twitter @citrawida5.

Dalam video tersebut tampak perempuan tengah berbicara kepada salah seorang penghuni rumah dalam bahasa Sunda.

Moal aya deui sora azan, moal aya deui Nu make tiung. Awewe jeung Awewe meunang kawin, lalaki jeung lalaki meunang kawin (tidak ada lagi suara azan, tak ada lagi yg pakai kerudung, perempuan dan perempuan boleh menikah, laki-laki dan laki-laki boleh menikah),” kata perempuann dalam video tersebut.

Paling baru, beredar video di media sosial di mana seorang ibu yg diduga melakukan kampanye hitam terhadap Joko Widodo (Jokowi).

Baca juga: Beredar Video Jika Jokowi Terpilih Pendidikan Agama Islam Dihilangkan, Bawaslu Cari Pelaku

Peristiwa ini diduga terjadi di Makassar, Sulawesi Selatan.

Dalam video berdurasi 45 detik itu, si ibu yg kelihatan tengah bertamu ke rumah salah seorang warga, mengatakan, pemerintahan Jokowi mulai menghapus kurikulum agama dan menghapus pesantren.

Kalau kalian pilih Prabowo itu, kami pikirkan nasib agama kita, anak-anak kalian walaupun kami tak menikmati.Tapi besok lima tahun atau 10 tahun mulai tiba ini, apakah kami mau kalau pelajaran agama dihapuskan oleh Jokowi bersama menteri-menterinya,” kata ibu tersebut, dilihat dari rekaman video.

Itu kan salah sesuatu programnya mereka. Yang pertama, pendidikan agama di hapus di sekolah sekolah. Terus rencananya mereka itu menggantikan pesantren Itu mulai menjadi sekolah umum dan berbagai jenis cara bagi ini,” sambungnya.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-4112’); });

Sumber: http://nasional.kompas.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca