Terinspirasi Jepang, Sandiaga Ingin Jakarta Jadi Destinasi Wisata Halal

oleh -357 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

Pemprov DKI Jakarta menargetkan pada 2020 mendatang, ibu kota mampu menjadi destinasi wisata halal yg dapat diperhitungkan. Pada Rabu (7/3), digelar diskusi kelompok terarah (FGD) tentang pariwisata dan destinasi halal yg dihadiri para pelaku usaha pariwisata.

BERITA TERKAIT
  • Sandiaga tetapkan Jumat sebagai hari bersepeda
  • Dampak penataan trotoar, pohon-pohon di Jl Sudirman-Thamrin dipindah
  • Berharap Anies-Sandi benar-benar memuliakan pejalan kaki di DKI

“Kita ingin 2020 Jakarta mampu mencapai target sebagai kota dengan destinasi dan wisata halal yg dapat bersaing. Kita juga targetkan sesuatu juta (wisatawan) global halal tourism dapat tiba ke Jakarta bagi lima tahun ke depan,” kata Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno di Balai Kota, Rabu (7/3).

Untuk mencapai target tersebut, dia mengatakan, pihaknya akan berbenah. Ia ingin ada rencana kerja buat mampu diimplementasikan secara konkret dan destinasi halal dapat tumbuh dari produk-produk unggulan yg ada DKI seperti kuliner, industri busana muslim dan juga objek wisata seperti Kota Tua, Setu Babakan, dan Kepulauan Seribu.

Sandiaga juga menggandeng Masyarakat Ekonomi Syariah dan forum pelajar dari dua universitas buat menyiapkan SDM atau tenaga kerja yg bersiap terjun. “Jadi kalian tak harus mengimpor tenaga kerja dari (negara) asing bagi pariwisata halal ini. Tapi kami telah siapkan SDM-nya,” ujarnya.

Pengembangan wisata halal ini sudah memiliki Pergub. Namun, politisi Gerindra ini mengatakan, mulai melakukan sedikit revisi demi menyesuaikan dengan keadaan terkini. Pergub mengatur soal objek wisata dan termasuk kesiapan SDM.

Sandiaga mengaku terinspirasi Tokyo bagi penerapan wisata halal ini. “Saya baru pulang dari Tokyo kemarin. Saya kaget juga, halal ramen di sana sangat menjamur. Terus di Tokyo Station, sign bagi musala dan mereka juga milik namanya moslem friendly restaurant. Jadi belum halal, tetapi moslem friendly. Di situ menarik juga,” katanya.

“Untuk wisatawan muslim itu mereka menawarkan suatu opsi. Ini yg sangat menarik. Terobosan-terobosan seperti ini, inovasi yg kalian perlukan buat Jakarta,” sambungnya.

Dia menyampaikan walaupun Indonesia negara muslim terbesar tetapi jarang ada penanda musala di tempat publik. Musala juga kerap berlokasi di area tidak terjangkau seperti basement. “Di Tokyo Station itu tempat musalanya itu sangat baik dan ada sign-nya,” ujarnya.

“Dan ini yg baru didorong sama Pak Anies di halte-halte Transjakarta yg mencukupi. Kita berikan kesempatan bagi masyarakat yg lagi beraktivitas masih dapat menyempatkan buat beribadah,” tutup Sandiaga. [fik]

Sumber: http://www.merdeka.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca