Tak Hanya Pelajar, Sandiaga Juga Ingin Pertukaran Gorila Dengan Jepang

oleh -387 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno baru saja melakukan kunjungan kerja ke Tokyo, Jepang. Dalam kunjungan tersebut, dia mengungkapkan, melakukan dua kerjasama dan membicarakan mengenai proyek infrastruktur di ibu kota.

BERITA TERKAIT
  • Kunjungi Pulau Tidung, Sandiaga panen ikan dan petik semangka
  • Ini kegiatan Sandiaga ketika berkantor di Pulau Tidung & Pramuka
  • Soal penataan Tanah Abang, Sandiaga klaim keberpihakan pada rakyat kecil dipuji

Sandiaga mengatakan, turis Indonesia yg terbang ke Jepang mencapai 30-35 persen. Hal ini didukung dengan adanya e-passport sehingga bebas visa. Namun berbeda dengan turis Jepang ke Indonesia jumlahnya stagnan.

“Nah ini kami ingin kerjasama dengan Hokkaido. Kita juga harus pikirkan yg jadi pariwisata dapat dorong rapat antara Hokkaido yg selama ini banyak sedot turis dari Indonesia,” katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (26/2).

Kemudian, politisi Gerindra ini mengungkapkan, juga membahas proyek Mass Rapid Transit (MRT). Di mana pembayaran utang mulai dikerjakan oleh PT. MRT. Sehingga, dia mengharapkan, pengerjaannya mulai lekas selesai.

“Menlu ingatkan kelanjutan MRT. Dan ini telah ditanggulangi dan diklarifikasi bahwa yg utang itu adalah utang kontraktor. Dan mulai diselesaikan pada fase beberapa dan InsyaAllah fase 3 kalian mulai percepat. Pihak Jepang mulai berbagi juga dalam pengalaman mengelola dan mengembangkan kawasan TOD,” ujarnya.

Kemudian, Sandiaga mengungkapkan, dirinya juga membahas terkait pengolahan limbah yg dijadikan pembangkit listrik. Ini yg mulai dijadikan bahan pembelajaran bagi Jakarta, karena salah sesuatu persoalan ibu kota adalah persoalan sampah.

Di mana, kata dia, setiap pengolahan sampah dengan teknologi tinggi di Jepang mengolah 600 ton sampah per hari perinstalasi ada 23 instalasi dan menghasilkan sekitar 12 megawatt listrik dengan biaya 500 juta yen per tahun.

“Di Jepang , setiap rumah sangat disiplin. Ketua RT dikasih tupoksi buat memastikan warga pilah sampah, enggak sampai menggunung di depan rumahnya dengan begitu seluruh jadi disiplin kalian baru jadwalkan 4-5 di awal tahun ini,” tambah dia.

Selain itu, pengusaha muda ini juga mulai melakukan kerjasama pertukaran Gorila sebagai bagian dari diplomasi. Jadi dia ingin kerjasama dengan Jepang bukan cuma pertukaran pelajar tetapi juga pertukaran Gorila.

“Menarik adalah potensi kerjasama dalam pertukaran Gorila. Karena di Ragunan banyak Gorila laki. Sementara di Tokyo Zoo Logical, banyak Gorila perempuan dan mungkin sangat lovely perempuan dan laki-laki,” tutupnya. [fik]

Sumber: http://www.merdeka.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca