Survei SMRC: Publik Tak Percaya Isu Jokowi PKI, Antek Asing, Anti-Islam

oleh -53 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

JAKARTA, – Survei terbaru lembaga Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan mayoritas responden tak termakan isu-isu negatif tentang calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo.

Survei menunjukkan, mayoritas publik tidak yakin isu Jokowi terlibat PKI, antek asing dan anti-Islam.

“Opini-opini negatif tentang latar belakang Jokowi dan tindakan-tindakannya yg tidak jarang muncul di media massa, terutama media sosial, sejauh ini cuma diyakini oleh relatif sedikit warga,” ujar Direktur SMRC Djayadi Hanan dalam siaran pers yg diterima , Senin (18/3/2019).

Baca juga: Survei SMRC: Elektabilitas Jokowi-Maruf 57,6 Persen, Prabowo-Sandiaga 31,8 Persen

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-5112’); });

Survei ini dikerjakan pada 24 Februari-5 Maret 2019, dengan proses wawancara tatap muka kepada 2.479 responden.

Pertama, peneliti mengajukan pertanyaan sebagai berikut: “Apakah Ibu/Bapak setuju atau tak setuju dengan pendapat, Presiden Jokowi adalah orang Partai Komunis Indonesia (PKI) atau setidaknya terkait dengan PKI?”

Hasilnya, sebanyak 73 persen responden menyatakan tak setuju. Hanya 6 persen yg menyatakan setuju. Sementara, 22 persen menyatakan tak tahu atau tak menjawab.

Baca juga: Survei SMRC: Masyarakat Alami Perbaikan Ekonomi dalam Setahun Terakhir

Berikutnya, peneliti mengajukan pertanyaan, “Apakah Ibu/Bapak setuju atau tak setuju dengan pendapat Presiden Jokowi adalah kaki tangan Negara Republik Rakyat China (RRC)?”.

Hasilnya, sebanyak 69 persen responden menyatakan tak setuju. Hanya 10 persen yg menyatakan setuju. Sementara, 21 persen menyatakan tak tahu atau tak menjawab.

Ketiga, peneliti mengajukan pertanyaan, “Apakah Ibu/Bapak setuju atau tak setuju dengan pendapat Presiden Jokowi anti-Islam atau umat Islam?”.

Baca juga: Survei Internal BPN Prabowo-Sandiaga Unggul, Begini Cara Surveinya

Survei menunjukkan, sebanyak 76 persen responden menyatakan tak setuju. Hanya 6 persen yg menyatakan setuju. Sementara, 18 persen menyatakan tak tahu atau tak menjawab.

“Yang percaya dengan opini negatif yg tidak berdasar fakta (fake news), trendnya relatif stabil dan rata-rata di kisaran 6 persen,” kata Djayadi.

Survei ini melibatkan 2.479 responden yg yaitu warga negara Indonesia dan sudah memiliki hak pilih dalam pemilihan umum.

Populasi itu dipilih secara acak dengan metode multistage random sampling.

Adapun, margin of error survei ini sebesar lebih kurang 2 persen, pada tingkat kepercayaan sebesar 95 persen.

SMRC melakukan survei nasional 3-4 kali dalam setahun. Pendanaan survei berasal dari dana corporate social responsibility (CSR) SMRC. Survei pada Februari 2019 ini adalah bagian dari survei tahunan itu.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-4112’); });

Sumber: http://nasional.kompas.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca