Survei SMRC: Publik Tak Percaya Isu 7 Kontainer Surat Suara Tercoblos

oleh -39 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

JAKARTA,  – Hasil survei yg dikerjakan Saiful Mujani Research and Consulting ( SMRC) memperlihatkan bahwa mayoritas responden tak yakin dengan isu tujuh kontainer surat suara pemilihan presiden (pilpres) tercoblos yg sempat beredar.

Menurut survei, publik menilai Komisi Pemilihan Umum ( KPU) sebagai lembaga yg netral.

“Isu tujuh kontainer surat suara (tercoblos) itu tak mampu dipercaya. Publik tak yakin dengan isu KPU tak netral,” ujar Direktur Riset SMRC Deni Irvani dalam jumpa pers di Kantor SMRC Jakarta, Minggu (10/3/2019).

Baca juga: Kasus P 21, Tersangka Hoaks 7 Kontainer Surat Suara Tercoblos Diserahkan ke Kejaksaan

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-5112’); });

SMRC melakukan survei kepada 1.426 responden yg mewakili segala provinsi di Indonesia.

Pertama, peneliti menanyakan, apakah responden yakin kepada isu tujuh kontainer surat suara.  Isu tersebut mengenai ada tujug kontainer dari China yg di dalamnya terdapat 10 juta surat suara pemilihan presiden.

Berdasarkan isu, surat suara tersebut sudah dicoblos dengan pilihan pasangan capres dan cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin.

Hasilnya, sebanyak 61 persen responden menyatakan tak percaya. Hanya 4 persen responden yg menyatakan percaya.

Kemudian, sebanyak 35 persen responden menyatakan tak tahu dan tak menjawab.

Baca juga: Survei SMRC: Kepercayaan Publik terhadap Bawaslu Cukup Tinggi

Berikutnya, peneliti menanyakan mengenai isu bahwa KPU tak netral dalam menyelenggarakan pemilu. Hasilnya, 56 persen responden menyatakan tak yakin dengan isu KPU tak netral.

Hanya 13 persen yg yakin dengan isu KPU tak netral. Kemudian, sebanyak 32 persen responden menyatakan tak tahu atau tak menjawab.

Pengumpulan data dalam survei ini dikerjakan pada 24-31 Januari 2019. Penelitian ini memakai metode multistage random sampling, dengan melibatkan 1.426 responden.

Proses pengumpulan data dikerjakan dengan wawancara tatap muka. Adapun, margin of error dalam penelitian ini lebih kurang 2,65 persen.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-4112’); });

Sumber: http://nasional.kompas.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca