Survei SMRC: Kondisi Penegakan Hukum Dan Keamanan Nasional Dinilai Cukup Baik

oleh -51 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

JAKARTA, – Hasil survei yg dikerjakan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan bahwa masyarakat menilai situasi keamanan nasional dalam keadaan yg cukup baik ketika ini.

Demikian pula dengan penegakan hukum yg dinilai berjalan dengan baik.

“Konsisten dengan evaluasi atas keadaan ekonomi, evaluasi atas keadaan politik, hukum, dan keamanan juga positif, dan secara umum bertahan demikian dalam dua tahun terakhir,” ujar Direktur SMRC Djayadi Hanan dalam siaran pers yg diterima , Senin (18/3/2019).

Survei ini dikerjakan pada 24 Februari-5 Maret 2019 dengan proses wawancara tatap muka kepada 2.479 responden.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-5112’); });

Baca juga: Survei SMRC: Publik Tak Percaya Isu Jokowi PKI, Antek Asing, Anti-Islam

Direktur Eksekutif Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) Djayadi Hanan, Jakarta, Kamis (8/6/2017). Survei yg digelar SMRC memamerkan tak ada perubahan peta dukungan parpol paska-Pilkada DKI Jakarta./ESTU SURYOWATI Direktur Eksekutif Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) Djayadi Hanan, Jakarta, Kamis (8/6/2017). Survei yg digelar SMRC memperlihatkan tak ada perubahan peta dukungan parpol paska-Pilkada DKI Jakarta.

Pertama, peneliti mengajukan pertanyaan berupa pendapat responden mengenai keadaan penegakan hukum secara nasional yg terjadi sekarang.

Hasilnya, 51 persen responden menyatakan kondisinya baik.

Kemudian, 28 persen menyatakan dalam keadaan sedang. Sementara, 17 persen responden menyatakan dalam keadaan buruk. Sisanya menyatakan tak tahu.

Baca juga: Survei SMRC: Masyarakat Alami Perbaikan Ekonomi dalam Setahun Terakhir

Berikutnya, peneliti menanyakan pendapat responden mengenai keadaan keamanan dan ketertiban secara nasional ketika ini.

Hasilnya, 66 persen responden menyatakan kondisinya baik, sebanyak 23 persen menyatakan dalam keadaan sedang, dan 8 persen responden menyatakan dalam keadaan buruk. Sisanya, sebanyak 3 persen menyatakan tak tahu.

“Kondisi keamanan sempat drop signifikan pada Mei 2018, saat terjadi serangkaian bom di Jakarta dan Surabaya,” kata Djayadi.

Survei ini melibatkan 2.479 responden yg yaitu warga negara Indonesia dan sudah memiliki hak pilih dalam pemilihan umum.

Baca juga: Survei SMRC: Elektabilitas Jokowi-Maruf 57,6 Persen, Prabowo-Sandiaga 31,8 Persen

Populasi itu dipilih secara acak dengan metode multistage random sampling.

Adapun, margin of error survei ini sebesar lebih kurang 2 persen, pada tingkat kepercayaan sebesar 95 persen.

SMRC melakukan survei nasional 3-4 kali dalam setahun. Pendanaan survei berasal dari dana corporate social responsibility (CSR) SMRC.

Survei pada Februari 2019 ini adalah bagian dari survei tahunan itu.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-4112’); });

Sumber: http://nasional.kompas.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca