Soal Pro-Kontra Payung Hukum Koopsusgab, Ini Penjelasan Moeldoko

oleh -107 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

JAKARTA, – Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko merespons pro dan kontra pengaktifan kembali Komando Operasi Khusus Gabungan ( Koopsusgab) TNI.

Salah sesuatu polemik adalah mengenai payung hukum keberadaan gabungan personel dari satuan elite TNI tersebut.

Menurut Moeldoko, pengaktifan kembali Koopsusgab TNI tersebut telah sejalan dengan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI.

“Ada pertanyaan yg sekarang jadi polemik, apa perlu payung hukum? Lah buat apa lagi hukum? Wong pembentukan Koopsusgab itu telah pernah aku bentuk kok, tinggal dilanjutkan,” kata Moeldoko di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Jumat (18/5/2018).

“Hukumnya apa? Ya UU Nomor 34/2004 tentang TNI. Itu domain Panglima TNI sepenuhnya,” ujar Moeldoko.

Baca juga: Ini Rencana Skema Pelibatan TNI dalam Pemberantasan Terorisme

Mantan Panglima TNI itu menjelaskan, Pasal 7 UU TNI menjelaskan soal tugas TNI, yakni melaksanakan operasi perang dan operasi militer selain perang (OMSP).

Dalam OMSP, tertulis 14 hal yg dikategorikan sebagai OMSP. Salah satunya soal tugas pemberantasan terorisme.

“Di dalamnya ada macam-macam. Di antaranya penanganan pelaku terorisme. Kapan itu dapat digunakan? Tergantung dari spektrum ancamannya. Kalau tinggi dan memerlukan TNI, ya jalan,” ujar Moeldoko.

Dari argumentasi tersebut, Moeldoko berpendapat, seharusnya pengaktifan kembali tim Koopsusgab tak perlu lagi menjadi pro kontra di masyarakat, khususnya di tingkatan elite wakil rakyat.

“Apalagi kemarin kalian minta restu kepada Bapak Presiden dan oke direstui, tinggal aku lanjutkan,” ujar Moeldoko.

Baca juga: Pengamat: Pelibatan TNI Berantas Terorisme Bergantung Pada BNPT dan Polri

Selain itu, Koopsusgab tidak mulai bergerak sendiri. Pergerakannya tetap didasarkan pada permintaan Polri, arahan Panglima TNI yg dipimpin oleh Presiden.

“Yang untuk peta tentang situasi kan Kapolri, makanya kalian siapkan sepenuhnya. Kapolri minta, mainkan. Kapolri minta, mainkan,” ujar Moeldoko.

Diberitakan, Presiden Joko Widodo membenarkan bahwa ketika ini pemerintah dalam proses mengaktifkan kembali Koopsusgab TNI.

Hal itu diungkapkan dalam pidatonya di acara buka puasa bersama para menteri Kabinet Kerja dan pimpinan lembaga negara di Istana Negara, Jakarta, Jumat (17/5/2018).

“Pemerintah ketika ini di dalam proses membentuk Koopsusgab TNI yg berasal dari Kopassus, Marinir, dan Paskhas,” ujar Jokowi.

Presiden menegaskan, pengaktifan kembali Koopsusgab TNI itu demi memberikan rasa aman untuk segala rakyat Indonesia dari para pelaku teror.

TV Komando Operasi Khusus Gabungan adalah gagasan menyikap maraknya aksi teror.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-4112’); });

Sumber: http://nasional.kompas.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca