SBY Khawatir Serangan AS Ke Suriah Bisa Buat Dunia “Kiamat”

oleh -158 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

JAKARTA, – Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono mencemaskan situasi terakhir yg terjadi di Suriah. Serangan Amerika Serikat hingga aksi saling ancam antara Presiden AS Donald Trump dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dikhawatirkan dapat memicu peperangan lebih besar di kemudian hari.

“Ini telah masuk dalam tingkat yg mencemaskan karena kalau balas membalas, ini berbahaya,” ujar SBY dalam siara Youtube pribadi miliknya, Selasa (18/4/2019).

SBY mengaku selalu memantau perkembangan isu ini dari berbagai media massa internasional. Dia menyatakan, rakyat semua dunia dipastikan tidak ingin keadaan semakin memburuk dan melebar ke nagara-negara yang lain yg menjadi pendukung Suriah atau pun AS.

Maka dari itu, SBY pun meminta agar Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) mampu membuat langkah konkret buat menghentikan peperangan antar negara berlanjut.

Baca juga : PP Muhammadiyah: Kalau Serangan AS Dibalas Rusia, Ujung-ujungnya Suriah Hancur…

Dia memahami, manuver yg dikerjakan Suriah dengan mengembangkan senjata kimia sangat mengkhawatirkan. Namun, di sisi lain, cara ofensif dengan melakukan serangan militer ke Suriah juga tidak mampu diperbolehkan karena mulai memicu dampak lanjutan.

“Tolonglah dalam situasi seperti ini, pemimpin dunia yg yang lain dan juga PBB bukan cuma menyerukan, tetapi do something. Lakukan langkah diplomatik, bagaimana pun buat mencegah situasi yg membahayakan ini,” ujar SBY.

Sebagai mantan kepala negara dan rakyat yg mencintai perdamaian, SBY percaya ruang perdamaian itu masih ada.

“Kalau aksi militer dilakukan, dapat menimbulkan insiden di lapangan yg tidak terduga. Tidak kah peperangan besar yg dulu juga begitu,” ucap Ketua Umum Partai Demokrat ini.

Baca juga : Serang Suriah, AS Pakai Misil Siluman Berharga Rp 19 Miliar Sebuah

Menurut SBY, dunia ketika ini dibelenggu dengan masalah yang lain yg sangat banyak akan dari kemiskinan hingga perubahan iklim. Dia berharap serangan militer AS ini tidak tidak mengurangi deretan panjang masalah dunia.

“Jangan ditambah dengan bayang-bayang peperangan baru yg mampu bikin dunia kiamat dalam tanda kutip,” katanya.

Dia juga berharap, pemerintah Indonesia melakukan langkah-langkah diplomatik dengan mengajak pemimpin dunia yg lain.

TV Vladimir Putin mulai kembali dilantik sebagai presiden pada Mei 2018.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-4112’); });

Sumber: http://nasional.kompas.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca