Saat Jokowi Luapkan Kekesalannya Di Hadapan Alumni SMA…

oleh -81 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

JAKARTA, – Kemarin sore, calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo menjawab dua tudingan yg selama ini menimpanya.

Dia menyampaikannya di hadapan alumni SMA Jakarta yg baru mendeklarasikan dukungan mereka di Istora Senayan, Minggu (10/2/2019).

Berbagai tudingan dia jawab, akan dari isu soal presiden antek asing hingga kebocoran anggaran. Jokowi terdengar kesal saat menjawab seluruh itu.

Dia sampai memberikan penekanan dengan mengulang-ulang dua kata.

Baca juga: Cerita Jokowi soal Keberhasilan Dana Desa…

Berikut ini adalah pernyataan-pernyataan Jokowi yg menangkis hoaks mengenai dirinya:

1. Anggaran bocor

Jokowi menumpahkan kegusarannya mengenai tudingan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto soal anggaran yg bocor. Dia mempertanyakan bagaimana dapat ada kebocoran anggaran 25 persen.

“Saya sampaikan anggaran kami di 2018 itu lebih Rp 2.000 triliun. Kalau 25 persen bocor, artinya kan Rp 500 triliun. Itu duit Rp 500 T ada di mana? Saya tanya, hitungannya dari mana?” kata Jokowi.

Jokowi menyebut, seluruh anggaran yg masuk dalam APBN telah disetujui oleh semua fraksi di DPR, begitu juga dengan laporan pertanggungjawabannya. Semua fraksi menandatangani laporan pertanggungjawaban tersebut.

Baca juga: Gusar Anggaran Negara Disebut Bocor, Jokowi Tanya Hitungannya dari Mana?

Jokowi mengatakan ini dengan nada yg berapi-api. Dia sampai mengulang-ulang kata “bocor” yg dituduhkan Prabowo.

“Jangan sampai telah tanda tangan, seluruh partai telah tanda tangan, kemudian baru ngomong Rp 500 triliun bocor! Bocor! Bocor! Bocor! Bocor! Bocor! Bocor! Bocor dari mana?” kata Jokowi.

Jokowi menyampaikan setiap tahun Badan Pemeriksa Keuangan melakukan audit terhadap APBN. Kebocoran anggaran pasti terdeteksi oleh BPK.

Baca juga: Jokowi: Empat Tahun Dikatakan Presiden Antek Asing, Ini Saatnya Saya Berbicara…

 

Namun, faktanya, BPK justru memberikan predikat wajar tanpa pengecualian (WTP) pada sebagian besar kementerian dan lembaga negara.

2. Presiden antek asing

Selain itu, Jokowi juga menjawab tudingan terhadapnya sebagai presiden antek asing. Dia telah mendapatkan tuduhan itu selama empat tahun terakhir, tepatnya sejak pertama kali menjabat.

Namun selama ini dia cuma diam, sampai akhirnya angkat bicara kemarin sore.

“Empat tahun dikatakan Presiden Jokowi antek asing. Empat tahun! Saya diam, aku diam. Tetapi ketika ini adalah saatnya aku berbicara,” kata Jokowi.

Jokowi menyinggung tiga hal terkait perebutan aset negara dari pihak asing. Pertama adalah pembubaran Pertamina Energy Trading Limited (Petral) yg menurutnya butuh keberanian.

Baca juga: Jokowi: Infrastruktur adalah Pondasi Negara Ini bagi Maju

Calonpresiden nomor urut 01 Joko Widodo menghadiri deklarasi alumni SMA di Jakarta, di Istora Senayan, Minggu (10/2/2019). /JESSI CARINA Calonpresiden nomor urut 01 Joko Widodo menghadiri deklarasi alumni SMA di Jakarta, di Istora Senayan, Minggu (10/2/2019).

Kemudian, Jokowi menyinggung Blok Mahakam yg telah dikelola Total E&P Indonesie dan Inpex Corporation selama 50 tahun. Kini Blok Mahakam telah diambil alih dan dikelola Pertamina.

Selanjutnya, Jokowi menyinggung soal Blok Rokan yg telah puluhan tahun dikelola oleh Chevron. Kini Blok Rokan telah dimenangi oleh Pertamina. Kemudian juga soal Freeport yg mayoritas sahamnya telah dikuasai oleh Indonesia.

Jokowi pun kesal karena masih disebut sebagai antek asing. Padahal, kata dia, merebut itu segala bukan kasus mudah.

“Dipikir mengambil alih barang-barang seperti itu mudah? Dipikir mengambil alih aset besar seperti itu gampang? Kalau gampang dan gampang, telah dari dahulu diambil alih,” kata Jokowi.  

Baca juga: Jokowi: Mereka Pikir Saya Ini Penakut dan Tidak Berani!

Jokowi menyampaikan selama ini dia diam saja menghadapi tuduhan itu. Namun, sikapnya malah dianggap sebagai bentuk rasa takut.

“Jangan orang memiliki anggapan mentang-mentang Presiden Jokowi begitu, selalu itu penakut. Mereka pikir aku ini penakut! Mereka pikir aku ini tak berani!” kata Jokowi.

3. Pentingnya infrastruktur

Selain menjawab tudingan, Jokowi juga menjelaskan program pembangunan infrastruktur yg gencar pada pemerintahannya. Dia menyampaikan infrastruktur adalah hal fundamental yg menjadi pondasi kemajuan bangsa.

“Semua memerlukan infrastruktur karena infrastruktur yaitu prasyarat negara ini bagi berkompetisi dan bersaing dengan negara lain,” ujar Jokowi.

Baca juga: Jokowi: MRT adalah Keputusan Politik yg Saya Ambil dengan Segala Risiko…

Meskipun, kata Jokowi, keputusan membangun infrastruktur harus dijalani dengan berbagai risiko. Dia mencontohkan pembangunan mass rapit transit (MRT) yg dia putuskan saat masih menjabat sebagai gubernur DKI Jakarta.

Jokowi mengatakan, proyek MRT telah direncanakan di Pemprov DKI Jakarta selama 26 tahun, tapi tidak kunjung dieksekusi.

“Kenapa tak langsung diputuskan? Karena dari hitungan dan kalkulasi, selalu dihitung, terus hitungannya adalah rugi sehingga tak berani diputuskan sampai 26 tahun,” ujar Jokowi.

Baca juga: TKN Jokowi-Maruf: Lawan Semburan Dusta dengan Lelucon

Presiden Joko Widodo ketika menyerahkan Surat Keputusan Perhutanan Sosial di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Jumat (8/2/2019)./Fabian Januarius Kuwado Presiden Joko Widodo ketika menyerahkan Surat Keputusan Perhutanan Sosial di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Jumat (8/2/2019).

Jokowi tak mau berhitung untung dan rugi. Dia ingin melihat persoalan ini dari sudut pandang ekonomi makro.

Akibat kemacetan di Jakarta, kerugian yg dialami setiap tahunnya mencapai Rp 100 triliun. Jumlahnya mulai selalu menerus bertambah seandainya tak ada terobosan buat mengatasinya.

Jokowi mengatakan, hal inilah yg membuat dia akhirnya menetapkan buat memulai proyek MRT.

“Kalau hitungannya cuma untung rugi, enggak mungkin kami putuskan. Tapi kami harus lihat kerugian makro itu,” ujar Jokowi.

Baca juga: Ketika Jokowi Berputar-putar dan Angkat Mikrofon Sendiri buat Pidato di Depan Alumni SMA…

“Ini adalah keputusan politik yg aku ambil dengan seluruh risiko yg juga pasti aku terima. Ada yg mencaci maki saya, silakan. Ada yg menghina, menghina, menghina, silakan, enggap apa-apa,” tambah dia. 

4. Optimistis

Terakhir, Jokowi mengajak pendukungnya bagi optimistis melihat negeri. Dia kemudian menggambarkan keberhasilan-keberhasilan program dana desa. Dengan program tersebut, infrastruktur penunjang bagi warga di pedesaan telah dibangun.

“Sampai akhir 2018 kemarin sudah terbangun 191.000 kilometer jalan di desa-desa. Jadi bukan cuma yg gede-gede kayak jalan tol, pelabuhan, tapi yg kecil juga bisa perhatian,” ujar Jokowi.

Baca juga: Alumni Trisakti: Jokowi Kerja Nyata, Tidak Ada Beban Masa Lalu

Dengan dana desa, jembatan-jembatan kecil di desa telah dibangun bahkan mencapai 1,1 juta meter. Sebanyak 6.900 pasar juga sudah dibangun di desa-desa. Jokowi juga mengklaim sebanyak 58.000 unit irigasi telah dibuat di sawah-sawah.

Semua pembangunan itu diharapkan mampu membangun optimisme masyarakat terhadap masa depan Indonesia. Bukan malah bersikap pesimistis dengan keadaan negeri sendiri.

Baca juga: Jokowi: Jangan Coba-coba Pilih Pemimpin yg Belum Berpengalaman

Dia pun menyinggung ujaran-ujaran pesimistis terhadap negara akhir-akhir ini. Ujaran pesimistis itu sempat disampaikan oleh calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto.

“Jangan sampaikan Indonesia bubar 2030. Jangan sampaikan Indonesia mulai punah. Kalau mau bubar, mau punah, silakan bubar dan punah sendiri. Jangan ajak ajak kita,” ujar Jokowi.

“Kita tak mau pesimis. Kita tak mau bubar. Kita tak mau punah,” tambah dia.

Sumber: http://nasional.kompas.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca