Presiden Sudah Kasih Lampu Hijau, KPK Diminta Usut Pengakuan Novanto Soal Puan Dan Pramono

oleh -213 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

JAKARTA, – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta menindaklanjuti pernyataan terdakwa perkara korupsi pengadaan e-KTP Setya Novanto yg menyebut ada aliran uang ke Puan Maharani dan Pramono Anung.

Deputi Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Ade Irawan mengatakan, kesaksian Novanto tersebut dapat menjadi bahan buat KPK bagi mengembangkan masalah korupsi pengadaan e-KTP.

“Ini bahan bagi KPK, ini dapat menjadi bahan bagi selalu mengembangkan kasus,” ujar Ade dalam sebuah diskusi di Jakarta, Sabtu (24/3/2018).

(Baca juga: ICW: Korupsi Tak Kenal Istilah Partai Oposisi atau Pemerintah)

Apalagi kata Ade, Presiden Joko Widodo sudah memberi lampu hijau kepada lembaga anti-rasuah.

“Statement presiden (Jokowi) ke KPK kan telah jelas. Presiden minta dilanjutkan prosesnya seandainya memang ada (dugaan) keterlibatan,” kata Ade.

Karenanya, kata Ade, KPK tidak perlu gamang dan langsung menindaklanjuti pernyataan mantan Ketua Umum DPP Partai Golkar tersebut, terlepas apapun motifnya.

“Terlepas apapun motifnya. Kalau menurut kita (ICW) ya harus tetap ditindaklanjuti, apakah ini motif politik atau lainnya,” ucap Ade.

Menurut Ade, menjadi tugas lembaga penegak hukum bagi membuktikan apakah ucapan Novanto benar adanya atau cuma membuat gaduh saja dengan cara-cara yg ada.

“Tugas aparat penegak hukum mengembangkan ini, buat membuktikan statement itu mereka milik caranya,” kata Ade.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-210346665559669319-411’); });

(Baca juga: ICW: Nyanyian Setya Novanto adalah Babak Penyisihan)

 

“Misalnya mengkonfrontasi pernyataan Novanto dengan pihak yang lain yg tahu. Jadi banyak cara,” sambungnya.

Terdakwa masalah korupsi pengadaan e-KTP Setya Novanto menyebut ada uang hasil korupsi yg mengalir kepada beberapa politisi PDI Perjuangan, yakni Puan Maharani dan Pramono Anung.

Menurut Novanto, keduanya masing-masing mendapatkan 500.000 dollar Amerika Serikat.

Hal itu dikatakan Novanto ketika sidang pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (22/3/2018).

“Bu Puan Maharani Ketua Fraksi PDI-P dan Pramono adalah 500.000. Itu informasi Made Oka,” kata Setya Novanto kepada majelis hakim.

TV Presiden Jokowi menyerahkan pembuktian kesaksian Setya Novanto terkait dugaan Pramono dan Puan ikut terima uang KTP elektronik kepada proses hukum.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-4112’); });

Sumber: http://nasional.kompas.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca