Prabowo Diberitakan Minta 7 Kursi Kabinet Jika Jadi Cawapres Jokowi, Gerindra Sebut Hoaks

oleh -129 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

JAKARTA, — Presiden Joko Widodo dikabarkan berupaya menggandeng Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto buat dijadikan calon wakil presiden pendampingnya pada pemilihan presiden mendatang atau Pilpres 2019.

Sejumlah pihak mengonfirmasi kabar tersebut, salah satunya Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Muhammad Romahurmuziy atau Romy. Menurut Romy, Jokowi beberapa kali melakukan penjajakan bagi menggandeng Prabowo.

Romy menjelaskan, upaya menduetkan Jokowi-Prabowo dikerjakan buat menjaga persatuan bangsa. Potensi perpecahan yg makin kelihatan ketika Pilkada DKI Jakarta 2017 mampu kembali muncul seandainya Jokowi berhadapan dengan Prabowo.

Adapun Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan disebut sebagai salah sesuatu orang yg berusaha mendekatkan Jokowi dengan Prabowo. Salah sesuatu rapat dikerjakan di Jakarta pada 6 April lalu.  

(Baca: Prabowo dan Luhut Bertemu, Apa yg Dibicarakan?)

Wartawan Selandia Baru yg pernah bertugas di Indonesia, John McBeth, mengungkap rapat yg terjadi di salah sesuatu restoran Jepang di Hotel Grand Hyatt tersebut.

Dalam meeting itu, Prabowo diberitakan mempertimbangkan buat menjadi cawapres seandainya pihak Jokowi memenuhi permintaannya.

Dilansir dari Asia Times yg tayang Minggu (15/4/2018), McBeth menulis bahwa Prabowo bersedia seandainya diberi peran bagi mengendalikan militer dan tujuh kursi di kabinet mendatang. Menanggapi permintaan Prabowo, tulis McBeth, Luhut tampak keberatan.

Dalam tulisan itu, McBeth tak menjelaskan peran apa yg diinginkan Prabowo dan jatah menteri apa yg diinginkan.

Luhut Binsar Pandjaitan enggan memberikan komentar ketika ditanya di Istana Kepresidenan hari ini.

Namun sebelumnya, Luhut tak menampik ada pembicaraan mengenai Pilpres 2019 ketika bertemu Prabowo. Pertemuan juga dikerjakan bukan dalam kapasitas sebagai “utusan Jokowi”.

(Baca: Luhut Bilang Bertemu Prabowo Bukan sebagai Utusan Jokowi)

Luhut tak mengungkapkan secara mendetail karena banyak hal yg dibahas, akan hal ringan hingga masalah kenegaraan.

“Kami bicara macam-macam yg lucu-lucu. Kami bicara yg penting, bagaimana negara ini baik,” ujar Luhut, ketika ditemui 8 April silam.

Luhut juga mengungkapkan bahwa dalam meeting itu, Prabowo mengaku menimbang dengan cermat sebelum menetapkan maju sebagai capres.

“Beliau masih menghitung dengan cermat, kapan mau melakukan deklarasi, biar aja, kalaupun beliau mau maju aku kira bagus,” kata Luhut.

(Baca juga: Pertemuan Luhut-Prabowo Bahas Sawit, Indonesia 2030, dan Pilpres)

Gerindra bantah

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon membantah keterangan yg disampaikan John McBeth. Menurut Fadli, rapat Prabowo dengan Luhut Pandjaitan yaitu meeting biasa yg membicarakan masalah kelapa sawit.

“Karena kelapa sawit kalian di-banned atau dipersulit di Eropa. Pak Prabowo, kan, milik kawan-kawan yg mempunyai lobi yg baik di Eropa,” ujar Fadli Zon ketika ditemui di Gedung DPR, Senin.

Fadli Zon tak membantah seandainya ada pembicaraan Prabowo dengan Luhut terkait Pilpres 2019. Akan tetapi, Fadli membantah bahwa Prabowo memberikan persyaratan tertentu seandainya menjadi cawapres Jokowi.

“Pak Prabowo menyatakan maju kepada Pak Luhut. Jadi pembicaraan tentang itu (persyaratan jadi cawapres Jokowi), tentu saja tak ada,” ujar Fadli.

Hal senada disampaikan Wakil Sekjen Partai Gerindra Andre Rosiade. Andre menilai kabar yg menyebutkan Prabowo mengajukan persyaratan seandainya menjadi cawapres Jokowi sebagai berita bohong.

“Itu hoakslah,” kata Andre ketika dihubungi , Senin.

“Pertemuan biasa, kan telah ada di berbagai media. Itu silaturahim, sahabat lama,” ujar dia.

TV Sufmi Dasco menyatakan bahwa meeting Luhut- Prabowo hanyalah hal biasa yg kerapa dikerjakan keduanya.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-4112’); });

Sumber: http://nasional.kompas.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca