Polri Siaga 1, Masuk Markas Polisi Diperketat

oleh -160 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

JAKARTA, — Sejumlah kepolisian daerah ( polda) mengeluarkan surat perintah siaga sesuatu di wilayahnya pascaserangan teror di Surabaya, Minggu (13/5/2018).

Dengan demikian, sebagaimana arahan Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian, segala anggota Polri diminta waspada. Hal itu termasuk penjagaan ketat di pos dan kantor-kantor polisi.

“Mohon maaf kalau masuk Mabes lebih diperketat. Mohon maklum,” ujar Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Minggu (13/5/2018).

Penjagaan di Mabes Polri sejak Minggu pagi memang diperketat. Setiap tamu yg tiba dicek identitas dan isi tasnya. Setyo mengatakan, pihaknya mengantisipasi adanya penyusup yg masuk ke maraks mereka dan membuat kekacauan.

“Karena kita tak mau tiba-tiba Mabes Polri diserang,” kata Setyo.

Pengetatan pengawasan juga dikerjakan di kantor-kantor polisi lainnya. Selain menjaga keamanan markas, kata Setyo, menjaga keamanan masyarakat menjadi hal yg utama.

“Selain kewaspadaan, kami juga memberi pengamanan lebih ke masyarakat. Itu yg lebih penting,” kata Setyo.

Sebelumnya diberitakan, Polda Metro Jaya menerbitkan telegram rahasia (TR) terkait keadaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) ketika ini. Dalam TR tersebut disebutkan status kamtimbas di wilayah hukum Polda Metro Jaya Siaga 1.

“Guna menciptakan sitkamtibmas yg aman, kondusif, dan terkendali terkait ledakan bom tiga lokasi gereja di Surabaya, maka diperintahkan bahwa 13 Mei 2018 pukul 08.00 WIB status kesiagaan segala jajaran Polda Metro Jaya dinyatakan dalam status Siaga 1 sampai ada ketentuan lebih lanjut,” isi TR Idham yg diterbitkan Minggu pagi.

Meski demikian, warga diimbau tetap tenang dan terus bersikap waspada. Masyarakat diminta malapor ke polisi seandainya menemukan hal mencurigakan.

TR yg sama juga dikeluarkan Polda Kepulauan Riau (Kepri).

Tak cuma di sejumlah rumah ibadah, pengamanan berlapis juga dikerjakan di sejumlah lokasi keramaian seperti pusat perbelanjaan dan lokasi industri.

Ledakan bom terjadi di tiga gereja di Surabaya, merupakan Gereja Maria Tak Tercela di Jalan Ngagel Madya, Gereja Kristen Indonesia (GKI) di Jalan Diponegoro, dan Gereja Pantekosta Pusat di Jalan Arjuna.

Informasi Kepolisian hingga Minggu siang, sepuluh orang tewas dalam tiga serangan teroris tersebut. Selain itu, 41 orang mengalami luka dan tengah dirawat di dua rumah sakit.

TV Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri memberikan konferensi mengenai tragedi ledakan di tiga rumah ibadah di Surabaya.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-4112’); });

Sumber: http://nasional.kompas.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca