Khofifah Ingatkan Basarah Untuk Jaga Wibawa Jokowi

oleh -202 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

Calon Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa sebut pernyataan Wasekjen DPP PDIP, Ahmad Basarah tak elegan. Saat Rakor PDIP di Surabaya, Minggu (4/3) lalu, Basarah mengatakan, hubungan politik antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Khofifah sudah putus sejak mundur sebagai Menteri Sosial.

BERITA TERKAIT
  • Jubir Khofifah nilai Wasekjen PDIP degradasi wibawa Jokowi di Pilgub Jatim
  • Blusukan ke pasar Surabaya, Khofifah janjikan KUR ke pedagang
  • Napak tilas di pertapaan Ken Arok, Khofifah ingin lestarikan cagar budaya

“Pilkada bukan cuma di Jawa Timur saja, menarik-narik presiden (dalam urusan Pilgub Jatim) menurut aku kurang elegan,” tegas Khofifah usai blusukan di Pasar Kapasan, Surabaya, Selasa (6/3).

Ketua umum PP Muslimat NU ini kembali menegaskan, sebaiknya jangan mendowngrade kewibawaan presiden dalam urusan Pilkada.

“Tentu itu tak elegan. Tugas semua warga negara (tanpa kecuali) adalah tetap menjaga wibawa presiden,” tegas mantan Menteri Sosial ini lagi.

Untuk itu, alumnus Fisip Universitas Airlangga (Unair) Surabaya ini mengajak semua komponen bangsa menempatkan diri secara proporsional. “Karena hal-hal seperti itu membuat kenegarawanan kami sangat menentukan bagi menempatkan secara proporsional.”

Lantas bagaimana soal dukungan Barisan Relawan Jokowi for Presiden (Bara JP) dan Pro Jokowi (Projo) untuknya?
“What do you think? Tapi kan tak harus menarik-narik wibawa presiden,” sergah Khofifah.

Seperti diketahui, dalam Rakor PDIP buat Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno di Surabaya pada Minggu lalu, Basarah mengaku, partainya memiliki strategi khusus buat memenangkan pasangan nomor urut 2 di Pilgub Jawa Timur. Strategi kampanye itu adalah menjadikan pencapresan Jokowi di 2019 sesuatu paket dengan pasangan Gus Ipul-Puti di 2018.

Tak cuma itu, Basarah juga secara sepihak memutus hubungan politik antara presiden dengan warga negaranya, dalan hal ini Khofifah Indar Parawansa yg sudah resmi menjadi warga negara biasa sejak mundur sebagai Menteri Sosial.

“Tidak ada pasangan yang lain yg didukung Jokowi dalam Pilgub Jatim selain Gus Ipul dan Puti. Sebelumnya ada keterangan beredar, yg mengaitkan Pak Jokowi dengan Ibu Khofifah. Karena itu kita tegaskan, sejak Ibu Khofifah mundur dari Kabinet sebagai Menteri Sosial, maka otomatis hubungan politik beliau dengan Pak Jokowi juga telah terputus,” tegas Basarah waktu itu.

Pernyataan Basarah ini juga mengundang reaksi dua kalangan. Salah satunya pengamat politik yang berasal Unair Surabaya, Airlangga Pribadi Kusman yg menganggap PDIP tak yakin diri mengusung Gus Ipul-Puti dengan membawa-bawa nama presiden dalam urusan Pilgub Jawa Timur.

“Ketergantungan kandidat terhadap dukungan presiden, memamerkan lemahnya confidence (kepercayaan) dari calon tersebut terhadap kekuatan konsepsi dan kapasitas dari pasangan maupun tim bagi mandiri dalam merebut hati dan pikiran konstituen,” papar Airlangga, Senin (5/3) kemarin.

Klaim dukungan presiden secara terbuka yg dikerjakan PDIP terhadap kandidat ketika kampanye, yaitu pernyataan tak elok. “Itu adalah pernyataan bagi down grading presiden yg notabenenya punya rakyat seperti, menyatakan bahwa presiden intervensi Pilgub yg seharusnya menghormati suara rakyat,” katanya menyayangkan. [fik]

Sumber: http://www.merdeka.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca