Cerita Nurdin Halid Rasakan Manfaat Koperasi Sejak Kecil

oleh -204 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

Calon gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Halid banyak menaruh harapan pada bidang koperasi. Koperasi disiapkan sebagai tonggak kebangkitan ekonomi kerakyatan di daerah seandainya terpilih bersama Aziz Qahhar Mudzakkar kelak.

BERITA TERKAIT
  • Nurdin Halid mulai jadikan Sulsel pusat Agrobisnis di Asia Tenggara
  • NH ajak calon kepala daerah perang gagasan
  • Nurdin Halid, sang manager legenda PSM Makassar

Kecintaan Nurdin terhadap koperasi terpupuk dari pengalamannya sejak kecil, hingga akhirnya dia dipercaya menjabat Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin).

Bagi Nurdin, koperasi seperti perpanjangan tangan Allah bagi memudahkan kebutuhan orang-orang kecil. Sebab lembaga ini dapat menolong orang banyak dan orang susah.

Nurdin Halid merasakan sendiri peran besar koperasi ketika dia kecil. Waktu itu, ekonomi keluarganya terbilang cukup sulit. Ayahnya seorang guru, sedangkan ibunya cuma mengurus rumah tangga.

“Saya memang sangat mencintai dunia koperasi. Masa kecil kita mampu dikatakan sulit. Saya anak kedua dari sebelas bersaudara, jadi aku paham betul susahnya kehidupan ekonomi orangtua kita dulu. Koperasi inilah yg sempat menjadi penolong kami,” terang Nurdin di Makassar dua waktu lalu.

Nurdin berkisah, pendapatan ayahnya ketika itu cuma dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga hingga pertengahan bulan. Selanjutnya mereka berharap pada hutang.

“Untungnya di sebelah rumah berdiri koperasi sehingga keluarga yg senasib dengan kita tak pernah dipersulit. Kami meminjam kebutuhan pokok seperti beras, gula dan tepung. Bahkan rokok buat ayah saya,” tambahnya.

Koperasi kemudian menjadi lembaga yg sangat dicintai mantan ketua PSSI tersebut. Sehingga menurutnya koperasi harus diperbanyak sebab memiliki tujuan yg jelas buat menolong ekonomi masyarakat.

Nurdi yakin melalui semangat dan gerakan koperasi, maka perekonomian mampu kembali tumbuh secara paripurna. Desa dan kota harus melaju seiring agar tak ada lagi ketimpangan ekonomi dan pembangunan.

Gerakan koperasi ditambah optimalisasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yaitu bagian dari program besar NH-Aziz menciptakan Sulsel Baru yg lebih sejahtera. Sederhananya, Koperasi dan BUMDes mulai dibangun di tiap desa sehingga ekonomi kerakyatan benar-benar terasa hingga ke pelosok.

Koorbid Pratama DPP Golkar itu memang berkeyakinan persoalan kemiskinan dan ketimpangan ekonomi mampu dipecahkan melalui semangat dan gerakan koperasi. Hanya saja, diakuinya perlu digugah lagi peran serta masyarakat.

Terlebih, kontribusi masyarakat maupun pelaku koperasi di Sulsel belumlah begitu besar. Begitu pula dengan kesadaran berkoperasi yg masih minim. Salah seorang pelaku dan pemerhati koperasi di Sulsel, Asrullah, memuji cuma pasangan NH-Aziz yg memiliki kepedulian terhadap gerakan koperasi. Toh, latar belakang keduanya sangat pro-ekonomi kerakyatan.

“Komitmen NH-Aziz bagi menggelorakan semangat gerakan koperasi tak diragukan. Keduanya memegang prinsip sistem ekonomi kerakyatan yg identik dengan koperasi. Terkhusus NH, gerakan koperasi bahkan sudah dilakoninya akan dari level daerah hingga level internasional,” tutur dia. [paw]

Sumber: http://www.merdeka.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca