Polisi Masih Dalami Jaringan Pemasok Narkoba Kepada Andi Arief

oleh -50 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

JAKARTA, – Aparat kepolisian mengaku masih mendalami jaringan penyuplai narkoba kepada politisi Partai Demokrat, Andi Arief.

Sebelumnya, Andi Arief ditangkap oleh aparat kepolisian pada Minggu (3/3/2019) di Hotel Menara Peninsula, Jakarta, karena masalah dugaan penggunaan narkoba.

“Jaringan masih didalami. Hasil konfirmasi terakhir masih didalami siapa yg menjadi pemasok,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (8/3/2019).

Baca juga: Selama Proses Rehabilitasi, Andi Arief Akan Jalani Tahapan Medis dan Sosial

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-5112’); });

Kendati demikian, terkait proses rehabilitasi Andi Arief, Dedi tidak mampu berkomentar banyak.

Ia menyampaikan bahwa hal tersebut yaitu kewenangan Badan Narkotika Nasional (BNN).

“Untuk AA domain yg mampu menjelaskan BNN, khususnya Direktur Rehabilitasi, karena ketika ini buat saudara AA dalam proses rehabilitasi, mengenai urutan rehabilitasi, materi yg mulai direhabilitasi, sana yg paling kompeten menjelaskan,” terangnya.

Baca juga: Demokrat Pertimbangkan 2 Hal Terkait Permohonan Mundur Andi Arief

Setelah ditangkap, Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal M Iqbal mengungkapkan polisi telah melakukan tes urine terhadap Andi Arief.

Hasilnya, Andi diketahui positif mengkonsumsi narkoba macam sabu.

Namun, masalah Andi Arief tak dilanjutkan ke penyelidikan karena tak ditemukan barang bukti meski dirinya positif memakai narkotika.

Baca juga: Polri: Perempuan yg Bersama Andi Arief adalah Sahabatnya

Karena tak ada bukti narkotika, Iqbal menjelaskan, dalam surat edaran nomor 01/II/2018/Bareskrim tentang Petunjuk Rehabilitasi Pecandu Narkotika dan Korban Penyalahgunaan Narkotika poin 2 huruf B, maka tersangka tak dilanjutkan ke proses penyidikan, namun dikerjakan interograsi buat mengetahui sumber diperolehnya narkotika.

“Maka saudara AA tak ditahan karena perkaranya tak dilanjutkan ke proses penyidikan,” ungkap Iqbal.

Selanjutnya, lanjut Iqbal, Andi memasuki masa rehabilitasi di BNN dengan diawali masa observasi.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-4112’); });

Sumber: http://nasional.kompas.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca