Pesan Persaudaraan Dalam Buku Ekonomi Keumatan “The Ma’ruf Amin Way”

oleh -75 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

JAKARTA, – Buku yg berisi tentang pemikiran calon wakil presiden nomor urut 01, Ma'ruf Amin, terkait ekonomi keumatan diluncurkan hari ini, Jumat (1/2/2019).

Peluncuran buku yg berjudul “The New Indonesia Economics Perspective: The Ma'ruf Amin Way”, bertempat di Gedung Smesco, Jakarta, dan dihadiri segera oleh Ma'ruf.

Baca juga: Mengenal Santripreneur, Program Kemitraan Ekonomi Umat

Ia menyadari masih adanya kesenjangan ekonomi yg terjadi pada masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, Ma'ruf menggagas ekonomi kerakyatan atau yg berlandaskan pembangunan dari bawah (bottom-up economics development).

“Perlu ada perubahan-perubahan yg signifikan, yg fundamental, bagi membangun ini, merupakan membangun ekonomi dari bawah atau istilahnya membangun ekonomi kerakyatan, bottom-up economics,” terang Ma'ruf.

Realisasinya, kata Ma'ruf, melalui pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), para santri yg berwirausaha atau disebut santripreneur, dan koperasi.

Menurutnya, diperlukan sinergi antara perusahaan besar dengan koperasi buat mewujudkan tata kelola ekonomi kerakyatan ini.

Baca juga: IPB Siap Kembangkan Santripreneur di Pekalongan

Ma'ruf pun tidak menyangka bahwa pemikiran sederhananya itu mampu dituangkan menjadi satu yg bagus dalam buku tersebut.

“Sebenarnya sederhana sekali pikiran-pikiran saya, tetapi begitu jadi buku, aku kaget sendiri, lebih bagus dari apa yg aku gambarkan,” ungkap dia.

Selain itu, Ma'ruf mengungkapkan bahwa dalam buku yg ditulis oleh Sahala Panggabean dan Anwar Abbas tersebut terselip pesan persaudaraan.

Ia menuturkan bahwa orang dengan latar belakang yg berbeda-beda dipersatukan dalam buku ini.

Baca juga: Kisah Santripreneur yang berasal Bandung, Berbagi dalam Keterbatasan

Menurutnya, keberagaman dan persaudaraan dengan rasa saling menghormati itu perlu dijaga.

“Yang lebih luar biasa lagi, aku merasa bangga, Pak Sahala ini kebetulan non-muslim. Kemudian Pak Anwar Abbas muslim tetapi Muhammadiyah. Saya NU, ini luar biasa. Jadi pikiran orang NU, ditulis oleh orang non-muslim, Kristiani dan oleh orang Muhammadiyah,” ujar Ma'ruf.

“Saya pikir ini yaitu suatu keutuhan, kesatuan, persaudaraan yg harus kami bangun, buat saling menghargai sesuatu sama lain,” sambung dia.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-4112'); });

Sumber: http://nasional.kompas.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca