PDI-P Rekomendasikan Presidential Threshold Tetap 20 Persen

oleh -55 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

SANUR, – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDI-P) merekomendasikan ketentuan ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold tetap 20 persen.

Hal itu menjadi salah sesuatu rekomendasi yg ditetapkan dalam Kongres V PDI-P di Hotel Grand Inna Bali Beach, Sanur, Bali, Jumat (9/8/2019).

“Tidak ada rekomendasi perubahan (terkait presidential threshold),” ujar Ketua Tim Pemateri, Sinkronisasi, Harmonisasi dan Perumus pada Komisi IV Arif Wibowo ketika ditemui di sela kongres.

Peraturan mengenai presidential threshold tertuang dalam Pasal 222 Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

Baca juga: Hormati Putusan MK soal Presidential Threshold, Perludem Siapkan Upaya Selanjutnya

Disebutkan bahwa parpol atau gabungan parpol harus mengantongi 20 persen kursi Dewan Perwakilan Rakyat atau 25 persen suara sah nasional dari hasil pileg sebelumnya buat dapat mengusung pasangan capres-cawapres.

Presidential threshold telah cukup 20 persen,” kata Arif.

Sementara itu, PDI-P mengusulkan kenaikan ketentuan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold menjadi 5 persen buat tingkat Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Diketahui bahwa Pasal 414 Undang-undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu menentukan ambang batas parlemen sebesar 4 persen dari total suara sah nasional.

Baca juga: Jika Presidential Threshold 0 Persen, Partai Berkarya Ingin Usung Tommy Soeharto

Parpol yg tak mencapai target tersebut tentu tak mulai mendapatkan jatah kursi di parlemen.

Sedangkan, lanjut Arif, PDI-P merekomendasikan parliamentary threshold di tingkat provinsi sebesar 4 persen dan 3 persen buat tingkat kabupaten/kota.

“Kita kemudian menetapkan pentingnya strategi parliamentary threshold berjenjang. Untuk tingkat DPR, 5 Persen sekurang-kurangnya. Untuk provinsi 4 persen dan kabupaten/kota 3 persen,” ucapnya.

Sumber: http://nasional.kompas.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca

No More Posts Available.

No more pages to load.