Uber Gandeng Militer AS Kembangkan Mobil Terbang

oleh -174 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

Detroit – Uber Technologies Inc menggandeng Angkatan Darat AS buat menindaklanjuti penelitian teknologi rotor pesawat yg dapat digunakan pada mobil atau taksi terbang atau pesawat militer di masa depan.

Reuters melansir, aliansi itu menyoroti upaya Uber dan perusahaan yang lain buat mengubah mobil terbang dari konsep fiksi ilmiah menjadi satu armada yg nyata buat digunakan penduduk di kota besar.

Uber dan Komando Penelitian, Pengembangan, dan Teknik Angkatan Bersenjata AS menyampaikan bahwa mereka mulai menghabiskan US$1 juta bagi mengembangkan dan menguji prototipe sistem rotor yg digunakan pada kendaraan lepas landas dan pendaratan vertikal.

Sistem itu meliputi beberapa rotor yg disusun bertumpuk dulu berputar ke arah yg sama di bawah kontrol perangkat lunak canggih. Cara itu, menurut Uber dan Angkatan Darat, belum digunakan pada pesawat produksi, dan diklaim bekerja lebih senyap ketimbang sistem rotor konvensional.

“Mencapai kebisingan yg sangat rendah adalah salah sesuatu rintangan utama bagi mengoperasikan taksi terbang di daerah perkotaan,” kata kepala teknik kendaraan Uber Elevate, Rob McDonald.

Sejalan dengan itu, Angkatan Darat ingin mengembangkan drone tanpa awak generasi baru yg tak membutuhkan landasan pacu dan bekerja lebih senyap daripada drone ketika ini, kata direktur Direktorat Penelitian Teknologi Kendaraan Angkatan Darat AS Dr Jaret Riddick.

Uber berencana bekerja sama dengan lebih banyak aliansi dan lembaga pemerintah sebelum launching prototipe taksi udara pada tahun 2020, kata direktur teknik Uber Mark Moore.

Uber juga telah bermitra dengan badan antariksa pemerintah AS, NASA, buat mengembangkan perangkat lunak yg mengelola sejumlah besar pesawat di atas kota-kota, kata Moore.

Uber adalah salah sesuatu dari seumlah perusahaan antara yang lain Boeing Co dan Airbus SE yg berinvestasi dalam konsep pesawat kecil otomatis dan elektrifikasi yg mampu digunakan bagi mengangkut penumpang atau kargo di kota-kota padat, demikian laporan Reuters.
Sumber: http://teknologi.inilah.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca