Toyota Kejar Target Kandungan Lokal Murni 80 Persen

oleh -56 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

JAKARTA, – Selain memutuskan proyeksi kenaikan kinerja ekspor kendaraan complete build up (CBU) Toyota lebih dari lima persen di 2019, Toyota Motor Manufacturing Indonesia ( TMMIN) juga mulai mengejar tingkat kandungan dalam negeri murni hingga 80 persen.

Direktur Administrasi, Korporasi, dan Hubungan Eksternal TMMIN Bob Azam, menjelaskan bila keadaan makro dunia yaitu tantangan tersendiri buat kinerja ekspor otomotif dalam negeri.

“Peningkatan kandungan lokal murni (true localization) produk yg dimulai dari penggunaan sumber material dalam negeri, menjadi upaya fundamental bagi menjaga daya saing. Di ketika yg sama, kegiatan tersebut mampu menolong menekan impor raw material sehingga mampu memberi sumbangan terhadap kestabilan neraca perdagangan terutama di sektor komponen otomotif yg ketika ini masih jadi perhatian Pemerintah,” kata Bob Azam dalam siaran resminya, Jumat (31/1/2019).

Baca juga: Fortuner Dominasi Ekspor Toyota 2018

Neraca perdagangan di sektor hilir yg positif menyisakan pekerjaan rumah di dunia industri otomotif nasional. Kondisi ini karena neraca perdagangan di sektor hulu rantai suplai otomotif terutama di tingkat pemasok komponen lapis ke beberapa dan tiga masih negatif.

Diketahui hal tersebut karena masih banyaknya bahan mentah dan bahan baku industri manufaktur otomotif yg bersumber dari material impor, yg kemudian memengaruhi Tingkat Kandungan Dalam Negeri ( TKDN) produk otomotif Indonesia. Dengan banyaknya material impor, menjadikan TKDN murni atau “true localization” tak setinggi yg harapkan.

Toyota Sienta diproduksi di Plant II punya Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) di Karawarang, Jawa Barat.Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Toyota Sienta diproduksi di Plant II punya Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) di Karawarang, Jawa Barat.

 

Menurut Bob, pendalaman TKDN masih yaitu isu yg karena menjadi beban tanggung jawab industri kecil yg berperan sebagai supplier di lapis kedua atau ketiga. Inefisiensi menjadi salah sesuatu kendala mendasar operasi dan bagi memeranginya diperlukan upaya berkelanjutan membangun Sumber Daya Manusia (SDM), terutama pembekalan keterampilan dasar yg pada gilirannya mulai berperan dalam meningkatkan efisiensi.

Baca juga: Tantangan Daihatsu, Buat Ayla 100 Persen Pakai Komponen Lokal

TMMIN sendiri sudah berupaya memperbaiki TKDN murni atau true localization sejak tahun 2004. Pada tahun 2017, beberapa macam bahan mentah merupakan resin, bekerja sama dengan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (CAP), dan non-woven fabric, bekerja sama dengan PT Herculon Carpet, sudah berhasil dilokalkan, setelah sebelumnya di tahun 2016, bekerja sama dengan PT Pertamina, melokalkan engine oil lubricant.

“Saat ini TMMIN sedang dalam proses riset dan pengembangan penggunaan aluminium lokal buat dipergunakan pada velg (wheel disc) bekerja sama dengan INALUM dan Pako. TKDN murni produk Toyota berada di angka 65 persen. Ke depannya, Toyota menargetkan dapat mencapai true localization hingga level 80 persen di 2020,” ucap Bob.

Sumber: http://otomotif.kompas.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca