Tekad Renault Triber Menaklukkan Pasar Indonesia

oleh -213 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

Jakarta – Setelah coba bersaing di segmen mobil SUV dengan Renault Duster yg berhasil menguasai 50 persen penjualan Renault di Indonesia, kali ini giliran pabrikan mobil yang berasal Eropa itu buat ikut unjuk gigi meramaikan persaingan LMPV di Indonesia.

Mobil macam LMPV yg dinamai Renault Triber ini hadir meramaikan segmen mobil keluarga di Indonesia. Renault Triber tiba ke Indonesia dengan empat varian, merupakan Renault Triber RX-E Manual, RX-L Manual, RX-T Manual Matic, dan RX-Z Manual Matic.

Jenama yang berasal Prancis ini sudah ada di Indonesia sejak tahun 1974. Saat itu regulasi impor mobil masih belum seketat sekarang. Saat itu Renault dibawa ke Indonesia lewat PT Multi France Motor. Mobil yg terkenal karena game Players Unknown Battle Ground, 12LT tercatat sebagai model mobil pertama yg diapasarkan Renault di Indonesia.

Sempat hilang dari perderan, lewat Indomobil Group, Renault kembali mengekspansi pasar mobil Indonesia dan melakukan kerja sama dengan Nissan. Kali ini di bawah bendera PT Maxindo Renault Indonesia, Renault coba melaukan agresinya lagi di ranah industri mobil Tanah Air.

Secara global, aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi yaitu pabrikan yg berhaisl menjual mobil ringan terbanyak kedua di dunia. Pada tahun 2017, aliansi ini berhasil mengalahkan Volkswagen AG dalam penjualan mobil ringan di dunia. Namun, perkara penyalahgunaan aset dan pemalsuan laporan pendapatan yg menerpa petinggi mereka, Carlos Ghosn, membuat aliansi ini sedikit goyah.

Banyak pengamat mengatakan, Renault Triber mulai membuat persaingan pabrikan mobil di segmen LMPV semakin kompetitif. Apalagi dari segi harga pun mobil ini masuk dalam kelas LGCC.

Menurut COO PT Maxindo Renault Indonesia, Davy J Tuilan, tahun ini penjualan mobil jenama yang berasal Prancis ini berhasil tembus di angka 1000, di ajang GIIAS sebelumnya, Renault cuma berhasil menjual mobil kurang dari 300 unit.

Renault Triber sudah diuji sejauh 1 kilometer di jalanan India, tempat di mana mobil ini diproduksi. Dari hasil pengujian tersebut, Renault Triber tak memiliki persoalan sama sekali dengan daya tanjak. Oleh karena itu, menurut Davy, mobil ini sangat cocok dengan keadaan jalanan Indonesia yg berbukit- bukit.

Sayangnya, konsumen mobil di Indonesia kurang suka dengan mobil yg diproduksi di India. Namun PT Maxindo Renault Indonesia yakin, kualitas Renault Triber yg ciamik dapat menepis prasangka yg ada di masyarakat.

Meski belum dirilis secara resmi oleh Renault, namun pemesan Renault Triber di acara Gaikindo Indonesia Internasional Auto Show (GIIAS) 2019 kemarin sudah mencapai lebih dari 1.000 orang.

Padahal sebagai produk yg belum resmi dijual, Triber belum milik label harga yg resmi bagi dijual di pasaran. Meski begitu, kisaran dan rentang harga tehah diberikan kepada calon pembeli, di angka Rp165 jutaan.
Sumber: http://teknologi.inilah.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca

No More Posts Available.

No more pages to load.