Shell Dukung Pengembangan Inovasi Bidang Energi

oleh -81 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

Jakarta – Shell Lubricants Indonesia bekerja sama dengan Energy Academy Indonesia (Ecadin) menggelar Seminar nasional bertajuk ‘Inovasi Untuk Negeri'.

Seminar nasional ini yaitu bagian dari rangkaian acara ‘Think Efficiency 2019' yg ditujukan bagi menolong mendorong lahirnya inovator-inovator unggul Indonesia.

Digelar di jakarta, Selasa (20/8/2019), seminar ‘Inovasi Untuk Negeri' menghadirkan para pakar dari berbagai sektor energi sebagai narasumber, yakni Sekjen Kementerian Ristek dan Dikti Prof Ainun Naim Ph.D, Dewan Riset Nasional & Kepala Pusat Studi Energi UGM DR Deendarlianto, Ketua Pusat Riset Kendaraan Listrik ITS Surabaya Nur Yuniarto, dan Founder Lentera Bumi Nusantara Ricky Elson.

Digelar dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-74 tahun dan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional pada tanggal 10 Agustus, acara ini juga yaitu wujud komitmen Shell dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan, riset dan inovasi di Indonesia.

“Kami memahami pentingnya riset dan inovasi teknologi bagi menghadapi dunia yg selalu berkembang dan tantangan energi di masa depan. Inovasi berkelanjutan juga yaitu prioritas kalian di Shell dan kalian sudah melakukan berbagai terobosan serta menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, termasuk kalangan industri dan akademisi, buat bersama-sama mencari ide, solusi dan inovasi teknologi sejalan dengan semangat Revolusi Industri 4.0 yg menjadi lompatan besar buat sektor industri termasuk dalam hal pemanfaatan energi,” kata Dian Andyasuri, Direktur Pelumas PT Shell Indonesia, dalam sambutannya.

Seminar yg dihadiri tidak kurang dari 100 peserta ini membahas berbagai isu menarik seputar energi dan tribologi (ilmu mengenai gesekan, keausan, dan pelumasan yg berkontribusi terhadap efisiensi energi).

Seminar ini juga membahas berbagai tantangan dan gagasan serta kebijakan terkait masa depan energi, yg disampaikan oleh para narasumber yg menjadi pakar di bidangnya.

“Sejalan dengan semangat perayaan kemerdekaan Indonesia yg ke-74 tahun ini, kita melihat Think Efficiency sebagai katalisator invensi dan inovasi dalam menyiapkan generasi unggul bagi Indonesia maju,” kata Prof Ainun Naim, dalam paparannya sebagai pembicara penting seminar.

Adapun DR Deendarlianto pada kesempatan seminar ini berbicara mengenai ketahanan energi nasional. Dia menjelaskan konsep Center of Excellence (COE) sebagai sebuah ide buat menghadapi tantangan energi masa depan.

Menurutnya, target Energi Baru dan Terbarukan (EBT) pada tahun 2025 sangat tinggi merupakan 23 persen.

“Untuk menghadapi tantangan tersebut, COE (Center of Excellence) yg berfungsi memfasilitasi, memimpin, memberikan dukungan dan/atau pelatihan kepada masing-masing area fokus menjadi kunci dalam melahirkan inovasi melalui riset-riset unggulan yg terintegrasi,” ujar DR Deendarlianto.

“Oleh karena itu, kegiatan seperti Think Efficiency ini sangat baik bagi menjembatani kolaborasi antara akademisi dan pelaku industri demi terwujudnya Center of Excellence yg dapat menjawab berbagai tantangan energi di Indonesia,” tambahnya.

Dian Andyasuri pun menjelaskan bahwa kegiatan ‘Think Efficiency' yaitu wujud partisipasi Shell buat bisa berperan dalam mendukung kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia.

“Hal ini sejalan dengan aspirasi ‘Shell bagi Indonesia' dimana kita ingin berperan aktif sebagai energi pemacu bangsa, bekerja dan berkarya bersama dengan talenta Indonesia, berkontribusi dalam pembangunan negeri melalui penciptaan ide,” katanya.

“Kami percaya kegiatan ‘Think Efficiency' bisa menjadi wadah yg dapat melahirkan karya-karya inovatif buat menolong mempersiapkan bangsa Indonesia menghadapi tantangan masa depan, dan menjadi bangsa yg besar, unggul, serta berdaya saing,” lanjut Dian.

Pemenang ‘Think Efficiency 2019'

Sejak 2018, Shell bekerja sama dengan Energy Academy Indonesia (Ecadin) menggelar ajang kompetisi ide inovasi ‘Think Efficiency'. Berhadiah total Rp150 juta, kompetisi ini yaitu bentuk kontribusi Shell bagi Indonesia dalam mendorong lahirnya inovator masa depan buat mencari solusi atas tantangan dunia di bidang energi.

Tahun ini, kompetisi ‘Think Efficiency 2019' sudah dimulai sejak 1 April dulu dan berhasil menjaring berbagai ide inovasi dari 140 lebih peserta yg terdiri dari siswa sekolah menengah, mahasiswa, hingga kalangan profesional seperti peneliti, guru, dosen hingga profesor.

Setelah melalui proses penilaian yg panjang, dewan juri akhirnya menetapkan beberapa tim inovator Indonesia terbaik sebagai pemenang kompetisi inovasi ‘Think Efficiency Award 2019'.

Untuk kategori Energi, tim Maxwell dengan karya inovasi ‘Jelly Blueflame Stove' berhasil meyakinkan dewan juri dan berhak menjadi juara pertama. Tim yg beranggotakan beberapa orang dari Universitas Sumatera Utara (USU) ini berhasil menciptakan sumber energi pengganti gas LPG pada kompor berbasis gel bioethanol dan biodiesel berbahan dasar limbah tandan kosong kelapa sawit dan limbah bulu unggas.

“Kami senang bisa mengikuti dan menjuarai kompetisi ide inovasi ‘Think Efficiency 2019'. Kompetisi ini yaitu wadah yg utama buat anak muda bagi mengkomunikasikan hasil riset dan inovasinya kepada publik,” kata Ikhwanuddin, perwakilan dari tim Maxwell .

Sementara bagi kategori Tribologi, juara pertama berhasil diperoleh Tim Material Research Club (MRC) dengan menampilkan karya inovasi ‘Eco-friendly Anti Fouling & Anti Corrosion Additive for Marine Lubricating'.

Tim MRC membuat aditif co-polimer PAMA-OCP buat pelumas kapal dengan bahan dasar minyak kelapa sawit yg bisa meningkatkan performa pelumas dan menghindari penurunan fungsi mesin.

Atas prestasi tersebut, masing-masing pemenang berhak memperoleh hadiah sebesar Rp35 juta dan kunjungan ke Shanghai Technologi Center di Shanghai, China, pada 2020 mendatang bagi berdiskusi dan bertukar pikiran dengan para ahli inovasi dari Shell.

Kompetisi inovasi ‘Think Efficiency 2019' menitikberatkan penilaian pada aspek originalitas, produk, dampak dan keberlanjutan. Dua bidang yg dipilih merupakan Energi dan Tribologi, yaitu bidang kompetensi Shell.

Sinergi dengan para inovator diharapkan mulai memberikan dampak besar dan positif bagi perkembangan teknologi Indonesia di masa depan agar siap dalam menghaaadapi tantangan energi dan menyongsong Revolusi Industri 4.0 ke depan.

Syarif Riyadi, Co-founder Ecadin yg juga menjadi juri dalam kompetisi ‘Think Efficiency 2019' menyebut bahwa jumlah ide yg masuk tahun ini lebih variatif dan kreatif ketimbang gelaran tahun lalu.

“Banyak ide besar yg aplikatif dan bisa memberikan manfaat besar buat masyarakat. Hal ini tentu memberikan harapan besar untuk bangsa Indonesia bagi menjadi bangsa yg mandiri dan unggul dalam menghadapi tantangan energi ke depan,” kata dia.

Sumber: http://teknologi.inilah.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca

No More Posts Available.

No more pages to load.