Roy Suryo Sarankan Mobil Menteri Sewa Dari Rental

oleh -70 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

JAKARTA, – Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo, mengkritik soal anggaran dana mobil dinas baru para menteri pembantu kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) periode 2019-2024.

Menurut Roy, dana Rp 147 miliar yg diketahui buat membeli “sedan mahkota” Toyota Crown 2.5 Hybrid, yaitu pemborosan buat negara.

“Mungkin menteri ingin kenyamanan kemudian kecapatan. Negara ini juga harus berhemat, anggaran Rp 147 miliar bagi kebutuhan menteri adalah pemborosan,” kata Roy ketika dijumpai oleh wartawan dalam diskusi Teraskita mengenai Kendaraan Listrik Sebagai Solusi Polusi Udara dan Pengurangan Penggunaan BBM di Jakarta, Jumat (23/8/2019).

Baca juga: Ini Spesifikasi Mobil Menteri Toyota Crown 2.5 HV G-Executive

Roy mengatakan, harusnya uang membeli mobil dinas para menteri dialihkan ke sistem penyewaan mobil saja. Apabila memakai cara seperti itu, negara dapat lebih berhemat sementara dari segi kendaraan yg disewa juga tak kalah nyaman buat digunakan menteri.

Mobil menteri Toyota Crown 2.5 HV G-ExecutiveToyota Mobil menteri Toyota Crown 2.5 HV G-Executive

Sementara bagi mobil Jokowi sendiri yg diketahui kembali memakai merek yang berasal Jerman, dinilai Roy tak ada masalah. Hal ini lantaran persoalan protokoler yg menyangkut sisi keamanan dari pemimpin negara.

“Rental saja harusnya bisa, itu solusi. Saya sendiri pernah menduduki posisi itu, saat memakai kendaraan dinas punya negara dan ada masalah, itu ribet mengurusnya. Harus ke Setneg dulu, tetapi kalau rental perusahaan rentalnya pasti mulai langsung mengganti baru,” ujar Roy.

Tender mobil dinas buat menteri dimenangkan oleh PT Astra International Tbk-TSO. Mobil yg mulai disodorkan adalah sedan mewah Toyota Crown 2.5 HV G-Executive sebanyak 101 unit. Mobil ini memang cukup mahal, lantaran diproduksi di Jepang dan didatangkan ke Indonesia dalam bentuk CBU.

Sumber: http://otomotif.kompas.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca

No More Posts Available.

No more pages to load.