Robot Denmark Incar Pasar Otomotif Indonesia

oleh -47 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

Jakarta – Potensi industri otomotif Indonesia yg besar menjadi daya tarik untuk industri robot atau otomasi global. Apalagi dalam implementasi industri 4.0, industri otomotif membutuhkan proses produksi yg lebih efektif dan efisien, supaya dapat memasarkan produk lebih cepat ke pasar.

Salah sesuatu pemain robot global yg sedang mengincar pasar Indonesia adalah Universal Robots. Perusahaan teknologi robot yang berasal Denmark ini akan menyasar pabrikan kendaraan bermotor roda empat di Indonesia, yg selalu berevolusi dalam proses produksinya dengan memanfaatkan teknologi.

Sekretaris Jenderal Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) Kukuh Kuara mengakui pabrikan otomotif di Indonesia telah mengadopsi teknologi robot atau otomasi. Beberapa bagian pekerjaan yg telah memakai robot, antara yang lain pengelasan (welding), painting, bodi, dan sebagainya.

“Industri otomotif Indonesia makin kompetitif daya saingnya, karena telah banyak memakai teknologi robot. Namun, memang proses adopsinya dikerjakan secara bertahap. Karena tetap juga dihitung nilai keekonomiannya ketika digunakan dalam sesuatu tahapan produksi kendaraan,” ujar Kukuh dalam diskusi pintar Forum Wartawan Otomotif Indonesia (FORWOT) bertajuk ‘Peningkatan Daya Saing Industri Otomotif Indonesia Menuju Era Otomotif 4.0' di Jakarta, Kamis (15/8/2019).

Hadir pula dalam diskusi ini pengamat otomotif yg juga Ketua Persatuan Insinyur Indonesia Bidang Industri Otomotif (periode 2015-2018) Agus Thajajana, General Manager Universal Robots (UR) Sakari Kuikka, serta perwakilan manufaktur otomotif di Indonesia, seperti Daihatsu, Isuzu, Suzuki, Wuling, DSFK, Hino, KTB, dan sebagainya.

Menurut Kukuh, industri otomotif Indonesia yaitu salah sesuatu industri strategis di Indonesia. Kontribusinya terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia 2018 mencapai 1,76 persen atau setara Rp260,9 triliun.

“Industri otomotif juga masuk kelompok 10 besar investasi asing segera di Indonesia pada 2018 senilai US$1 miliar,” ungkapnya.

Dari sisi penjualan, sejak 2012 hingga 2018, penjualan mobil di Indonesia berada di level sesuatu jutaan unit. Pada tahun ini, GAIKINDO memprediksi penjualannya mencapai 1,1 juta unit.

General Manager Universal Robots (UR) Sakari Kuikka menyebut potensi pasar Indonesia menjanjikan, karena rasio penggunaan robot di industri manufaktur Indonesia secara keseluruhan masih rendah.

Rasionya, lima robot per 10.000 karyawan. Artinya lima robot dioperasikan oleh 10.000 karyawan. Sedangkan negara yang lain rasionya lebih tinggi, seperti Singapura yg memiliki rasio 658 robot per 10.000 karyawan. Bahkan rata-rata dunia rasio penggunaan robotnya 85 per 10.000 karyawan.

“Rasio penggunaan robot Malaysia dan Thailand lebih tinggi dibandingkan Indonesia, yakni 40-50 robot per 10.000 karyawan. Negara lain, seperti Filipina dan India, berada sesuatu level dengan Indonesia dengan rasio tiga hingga empat robot per 10.000 karyawan,” ujar Kuikka

Universal Robots memiliki fasilitas produksi di Denmark dengan fasilitas reserch and developmnet (R&D) di Denmark dan Boston, S.

Sementara, pengamat otomotif Agus Thajajana memaparkan dua pabrikan otomotif Indonesia memang telah memanfaatkan teknologi robot, seperti Daihatsu, Toyota, dan Honda (mobil).

Beberapa bagian yg telah dilakukan robot, antar yang lain pengecatan bodi mobil, pemasangan sealer kaca, pengelasan komponen bodi, pemasangan bagian mesin, dan sebagainya.

“Bila harus diproduksi lebih dari 500 unit mobil per hari, bagi menjamin kualitas pekerjaan yg sama, cuma dapat dilakukan oleh robot,” ujar Agus, yg juga menjadi komisaris di PT Inalum (Persero).

Dia menambahkan, teknologi robot memiliki manfaat untuk pabrikan otomotif di Tanah Air, seperti produktivitas bertambah, efisiensi sumber daya, peningkatann efisien proses produksi, meningkatkan daya saing, time to market produk lebih cepat, dan meningkatkan profit karena lebih banyak mobil yg masuk ke pasar.
Sumber: http://teknologi.inilah.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca

No More Posts Available.

No more pages to load.