Perilaku Yang Menyebabkan Emisi Kendaraan Menjadi Buruk

oleh -61 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

JAKARTA, – Bahan bakar beroktan 92 ke bawah seperti Premium, Pertalite, Solar, dan Dexlite, disebut sebagai salah sesuatu penyebab kualitas udara di DKI Jakarta kian memburuk .

Oleh sebab itu, Direktur Eksekutif Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB) Ahmad Safrudin, menyarankan pemerintah buat menghentikan produksi dan penjualannya saja, supaya gas emisi yg dikeluarkan kendaraan ramah lingkungan.

Namun, Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Johannes Nangoi menyatakan, sejatinya penyebab gas buang pada kendaraan atau emisi buruk bukan cuma karena bahan bakar berkualitas rendah.

“Tetapi juga karena perawatan kendaraan tersebut, di samping kendaraan yg dikeluarkan pabrikan telah sesuai dengan aturan pemerintah dan penggunaan bahan bakar sesuai dengan rekomendasi pabrikan,” katanya kepada di Jakarta, belum lama ini di Jakarta.

Baca juga: Korelasi BBM Oktan Rendah dengan Pencemaran Udara

Pada kesempatan terpisah, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana juga menyatakan, mulai percuma memakai kualitas bahan bakar yg baik seandainya kendaraan tak dirawat secara baik pula.

“Sebaik-baiknya BBM yg digunakan tak ada gunanya kalau sistem pembakaran kendaraan telah jelek. Kesadaran pemilik kendaraan di Indonesia bagi melakukan perawatan rutin ke diler resmi masih rendah, khususnya untuk sepeda motor,” kata dia, Jakarta, Senin (19/8/2019).

Baca juga: 4 Jenis BBM yg Harus Dihapus Pemerintah

Selain itu, kadang ganti-ganti bahan bakar kendaraan dengan tingkat oktan berbeda juga membuat pembakaran tak sempurna. Sebab, tangki menjadi kotor. Jika telah seperti ini, Technical Support Manager PT Toyota Astra Motor (TAM) Didi Ahadi menyarankan agar tangki BBM kendaraan dikuras.

“Jika seringnya kendaraan diberi bahan bakar oktan yg lebih rendah dari standar (dan gonta-ganti), pembakaran mulai kurang sempurna. Jadi, mulai ada partikel-partikel gas buang yg menjadi diluar standar pula,” katanya.

Sumber: http://otomotif.kompas.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca

No More Posts Available.

No more pages to load.