Meski Buat Darurat, Jangan Perbaiki Mobil Mogok Di Bahu Jalan Tol

oleh -196 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

Jakarta, – Bermasalahnya mobil saat tengah dikendarai memungkinkan terjadi di mana saja, tidak terkecuali di jalan tol. Untuk keadaan semacam ini, pengendara diminta buat tak memperbaiki kendaraannya di bahu jalan tol.

Pendiri dan Instruktur dari Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu menyarankan, pengemudi kendaraan yg rusak buat sebisa mungkin keluar tol. Sebab kendaraan yg melintas di jalan tol rata-rata dipacu dalam kecepatan tinggi.

Apalagi, kata Jusri, bahu jalan tol di Indonesia masih menjadi titik yg tak aman karena tingginya pelanggaran dulu lintas. Contohnya kebiasaan memakai bahu jalan tol buat menyalip kendaraan lain.

Baca juga : Delivery Aki Tidak Layani Mobil Mogok di Tol

“Kalau mampu keluar dari jalan tol, sebaiknya keluar karena jalan tol tak aman. Karena momentum objek-objek yg bergerak di sana sangat besar sekali. Korelasinya karena kecepatan. Jadi kalau dekat pintu keluar, maka sebaiknya keluar saja,” kata Jusri kepada , Sabtu (10/3/2018).

Pengemudi kerap kali melanggar peruntukan bahu jalan di jalan tol.Febri Ardani/Otomotif Pengemudi kerap kali melanggar peruntukan bahu jalan di jalan tol.

Kalaupun dalam keadaan darurat yg tak memungkinkan keluar tol, Jusri menyarankan pengemudi buat meletakan segitiga pengaman atau benda yang lain yg mampu menjadi penanda keberadaan kendaraan yg rusak. Penanda sebaiknya diletakan 30 hingga 50 meter dari lokasi rusaknya kendaraan. Selain itu, pengemudi juga diminta tak lupa menyalakan lampu hazard.

Baca juga : Ingat Lagi Fungsi dari Lampu Hazard

Hal yang lain yg dianggap Jusri juga perlu disiapkan adalah rompi keselamatan atau safety vest. Meski belum diwajibkan dalam peraturan di Indonesia, Jusri menganggap rompi keselamatan sebaiknya disiapkan oleh para pemilik mobil. Tujuannya bagi dapat dipakai ketika harus menghadapi situasi darurat, seperti mobil mogok di jalan tol.

“Direkomendasikan memakai safety vest dengan warna menyala. Tujuannya agar keberadaan kalian bisa dilihat dari jauh oleh pengguna jalan lain,” ujar Jusri.

 

Ilustrasi derek gendonghttp://www.locostpro.com Ilustrasi derek gendong

Sementara itu, AVP Corporate Communications Jasa Marga Dwimawan Heru menyebut di jalan tol telah disiapkan mobil derek buat pengguna kendaraan yg mengalami persoalan di jalan. Sehingga pengemudi yg kendaraannya mogok di tol dapat mengontak layanan derek.

Baca juga : Tips Gunakan Jasa Derek Jalan Tol

“Kami sarankan gunakan derek gratis dahulu bagi keluar tol terdekat, baru nantinya ditangani oleh bengkelnya,” kata Dwimawan.

Dwimawan tak menyarankan perbaikan kendaraan di bahu jalan tol. Karena potensi bahaya yg ada di lokasi tersebut. Menurut Dwimawan, mengeluarkan mobil keluar tol lebih dahulu dengan derek lebih tepat ketimbang memanggil mekanik masuk ke daam tol.

“Orang bengkel tak terlatih menangani keadaan mobil mogok di bahu jalan tol dengan keadaan kendaraan di sampingnya dalam kecepatan tinggi. Jadi ini menyangkut
risiko keselamatan,” ujar Dwimawan.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-4112'); });

Sumber: http://otomotif.kompas.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca