Menteri Perindustrian Buat Sejumlah Regulasi Baru Tentang Mobil Listrik

oleh -299 Dilihat

Banyumas Raya

Untuk menarik penjualan mobil listrik di Indonesia, pemerintah sedang menyiapkan sejumlah insentif baik pada produsen maupun konsumen. Era mobil listrik selalu digali oleh pemerintah sejak tahun lalu. Targetnya, 20 persen kendaraan yg diproduksi di Indonesia harus menjadi kendaraan yg lebih ramah lingkungan atau menghasilkan emisi karbon yg sangat rendah, termasuk mobil listrik, pada 2025.

BERITA TERKAIT
  • CEO Mitsubishi: Indonesia pasar paling menjanjikan di Asia Tenggara
  • Pengembangan kendaraan listrik melihat kesiapan industri
  • Kemenperin gandeng Mitsubishi kembangkan mobil listrik dalam negeri

Airlangga Hartarto, Menteri Perindustrian, mengungkapkan pemerintah sedang menyiapkan regulasi tentang mobil listrik supaya menarik untuk produsen dan juga konsumen. Agar harga jualnya lebih terjangkau dibandingkan mobil berbahan bakar konvensional, pihak Kementerian Perindustrian telah mengusulkan penurunan pajak, yakni penurunan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) menjadi nol persen dan beamasuk (BM) maksimal 5 persen.

Perlu diketahui, ketika ini harga mobi listrik rata-rata lebih mahal 30 persen dibandingkan mobil konvensioal.

Penurunan PPnBM menjadi nol persen ini diusulkan karena besaran PPnBM ketika ini perlu dievaluasi demi selaras dengan kemajuan teknologi industri otomotif. Dahulu struktur PPnBM besar seperti buat mobil sedan, lantaran pemerintah sedang mendorong produksi mobil nasional di segmen SUV dan MPV, yg kemudian kini dikembangkan ke segmen low carbon emission vehicle (LCEV). Kini struktur PPnBM ini perlu dievaluasi seperti bagi mobil kompak atau compact car. Apalagi mobil kompak ini semakin besar populasinya di Tanah Air.

“Terkait regulasi PPnBM dan BM mobil listrik, ketika ini masih tahapan finalisasi antarkementerian,” ujar Menteri Airlangga usai menghadiri upacara serah terima 10 unit mobil listrik dari Mitsubishi Motors Corporation (MMC) di kantornya, Senin (26/2).

Selain insentif pajak, kata dia, pemerintah juga menyiapkan insentif invetasi, berupa paket kebijakan seperti tax allowance bagi kegiatan ekspansi. Saat ini tax allowance diberikan pemerintah cuma buat investasi baru. Namun, ke depan perusahaan-perusahaan yg melakukan ekspansi usaha dan atau melakukan inovasi-inovasi sepeerti inovasi mobil listrik seperti yg dikerjakan Mitsubishi Motors dapat mendapatkan potongan pajak yg lebih besar. Istilahnya super deductions tax allowance.

Insentif juga diajukan pada kegiatan pengembangan pusat penelitian dan pengembangan komponen mobil listrik, antara yang lain motor listrik, baterai, dan power control unit (PCU), serta optimalisasi penggunaan komponen lokal.

Dalam peta jalan industri otomotif nasional 2015-2035, Kementerian Perindustrian menargetkan pada 2025 ada 20 persen kendaraan yg diproduksi di Indonesia harus menjadi kendaraan yg lebih ramah lingkungan atau menghasilkan emisi karbon yg sangat rendah, termasuk mobil listrik. [ega]

Sumber: http://www.merdeka.com
BanyumasRaya.com

No More Posts Available.

No more pages to load.