Kata Korlantas Soal Larangan Penggunaan GPS Saat Berkendara

oleh -59 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

JAKARTA, – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri melalui Direktur Keamanan dan Keselamatan (Dirkamsel) Brigjen Pol Chryshnanda Dwilaksana, menanggapi putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait larangan penggunaan Global Positioning System ( GPS) di telepon seluler ketika berkendara.

Menurut jenderal polisi bintang sesuatu itu, paling utama adalah bukan persoalan melihat GPS atau ditilang atau tidak, tapi lebih menekankan agar pengguna sepeda motor atau mobil sadar bahwa kegiatan itu mampu mengganggu konsentrasi dan dapat menyebabkan kecelakaan dulu lintas.

“Kalau dari kalian ingin pengguna kendaraan itu sadar bahwa apa yg dilakukannya itu (main ponsel hingga melihat GPS) sangat membahayakan bagi diri sendiri dan juga orang yang lain selama berkendara,” ujar Chryshnanda kepada , Rabu (30/1/2019) malam.

Chryshnanda menjelaskan, road safety itu sendiri mulai membangun peradaban, sekaligus mengangkat harkat dan martabat seseorang. Maka, dengan berprilaku disiplin di jalan raya, dapat membuat kehidupan yg lebih baik.

Baca juga: “Setuju Ojek Online Ditilang karena Gunakan Ponsel Saat Berkendara”

“Termasuk tak main ponsel, seperti sambil melihat GPS ataupun hal lainnya. Sebab, konsetrasi menjadi tak fokus, dan itu sangat berbahaya,” kata dia.

IlustrasiStockSnap Ilustrasi

Aturan tersebut, lanjut dia telah tertuang dalam Undang-Undang No.22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Bunyi dari Pasal 106 ayat 1 UU LLAJ, adalah sebagai berikut:

Setiap orang yg mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan wajib mengemudikan kendaraannya dengan wajar dan penuh konsentrasi.

Maksud dari penuh konsentrasi adalah setiap orang yg mengemudikan Kendaraan Bermotor dengan penuh perhatian dan tak terganggu perhatiannya karena sakit, lelah, mengantuk, memakai telepon atau menonton televisi atau video yg terpasang di Kendaraan, atau meminum minuman yg mengandung alkohol atau obat-obatan sehingga memengaruhi kemampuan dalam mengemudikan Kendaraan.

Apabila melanggar, maka mulai dikenakan Pasal 283 UU No.22 tahun 2009, yg berbunyi sebagai berikut:

Setiap orang yg mengemudikan kendaraan bermotor di jalan secara tak wajar dan melakukan kegiatan yang lain atau dipengaruhi oleh suatu kondisi yg mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudikan di jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1), dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 bulan atau denda paling banyak Rp 750.000.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-4112’); });

Sumber: http://otomotif.kompas.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca