Kabur Dari Jepang, Carlos Ghosn Rela Masuk Kotak

oleh -38 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

New York – Mantan bos Nissan Carlos Ghosn rela dimasukkan ke dalam kotak yg biasanya digunakan bagi peralatan audio konser demi dapat kabur dari Jepang menghindari jeratan hukum atas perkara penyelewengan keuangan.

Dengan dimasukkan ke dalam kotak peralatan audio itu, Ghosn kemudian diselundupkan ke jet pribadi di Bandara Osaka, Jepang, Minggu malam (29/12/2019), demikian menurut Wall Street Journal mengutip orang-orang yg mengetahui persoalan ini.

Ghosn, 65 tahun, menyampaikan bahwa dia mengatur sendiri pelariannya, tapi dia ditemani dalam penerbangannya dari Osaka ke Istanbul, kata orang-orang itu.

Orang yg membantunya itu antara yang lain Michael Taylor, seorang mantan tentara Baret Hijau yg terkenal sebagai kontraktor keamanan swasta.

Catatan perjalanannya ini didasarkan pada wawancara dengan orang-orang yg akrab dengan maskapai Turki tentang beberapa pesawat yg digunakan dalam pelarian itu, foto-foto yg yaitu bagian dari penyelidikan, dan percakapan dengan orang-orang yg akrab dengan pemikiran Ghosn.

Mendekati akhir tahun 2019, Ghosn dikabarkan semakin bingung dengan prospek persidangannya yg berlarut-larut. Dia tinggal di sebuah rumah yg diawasi oleh pengadilan Tokyo dan dibatasi kontaknya dengan keluarga.

Meskipun bebas meninggalkan rumahnya, ia tak diizinkan meninggalkan Jepang.

Sejak penangkapannya pada November 2018, ia menantang tuduhan Jepang atas kesalahan keuangan, dan berjanji buat melawan mereka di pengadilan.

Tetapi setelah sidang pra-persidangan pada Hari Natal yg menyarankan penundaan sidang selanjutnya, Ghosn menetapkan buat mengambil rencana B, menurut orang-orang yg mengetahui persoalan tersebut.

Rencana pelarian sedang berlangsung pada hari Sabtu, 28 Desember 2019, di Dubai. Di situlah, menurut manifes penerbangan dan catatan imigrasi yg sekarang menjadi bagian dari penyelidikan Turki, dan seorang pria yang lain menaiki jet pribadi Bombardier Global Express menuju Jepang.

Dubai juga yaitu tempat beberapa kotak besar berwarna hitam dimuat buat penerbangan. Pesawat datang di bandara tersibuk di Osaka pada pukul 10:16 waktu setempat Minggu, menurut catatan penerbangan.

Surat kabar Jepang, Asahi, mengutip sumber-sumber investigasi Jepang, menyampaikan rekaman pengintaian memperlihatkan bahwa Ghosn meninggalkan rumahnya di Tokyo sendiri pada Minggu dini hari pukul 02.30.

Ia mengenakan topi dan masker yg biasa digunakan banyak orang Jepang buat melindungi diri dari polusi dan kuman. Waktu itu kurang dari sembilan jam sebelum pesawatnya meninggalkan Jepang.

Bagaimana dia melakukan perjalanan lebih dari 300 mil ke Osaka dari Tokyo masih yaitu misteri. Belum pernah diketahui sebelumnya bagaimana Ghosn mampu naik ke jet pribadi karena ia dilarang meninggalkan negara itu.

Kenji Takanishi, juru bicara operator Bandara Internasional Kansai Osaka, menyampaikan bahwa bagasi bagi pesawat pribadi harus melalui inspeksi yg sama dengan bagasi penumpang buat jet komersial reguler. Namun, dia menyampaikan para VIP kadang-kadang dibebaskan dari cek semacam itu.

Kotak yg digunakan bagi menyelundupkan Ghosn di pesawat memiliki lubang yg dibor di bagian bawah bagi memastikan ia dapat bernapas, menurut orang-orang yg mengetahui persoalan ini. Seperti biasanya, kotak itu juga memiliki roda, membuatnya lebih gampang bagi bergerak.

Penerbangan Ghosn ke Istanbul berangkat Minggu pukul 23.10 waktu setempat dan berada di udara selama lebih dari 12 jam, melewati Rusia sebelum turun ke bandara Ataturk di Istanbul, Turki, menurut catatan penerbangan.

Selain penumpang, pesawat itu membawa beberapa pilot dan seorang pramugari, kata orang-orang yg akrab dengan penyelidikan Turki.

Di bandara Ataturk, Senin pagi (30/12/2019), ketika hujan deras, seorang anggota staf darat mengambil foto Ghosn, menurut orang-orang yg mengetahui persoalan ini.

Foto itu ada di tangan jaksa penuntut Turki. Ghosn kemudian dibawa dengan mobil sekitar 100 yard melintasi landasan menuju jet yg lebih kecil yg membawanya ke Lebanon pada hari yg sama.

Laporan terbaru dari AFP menyebutkan bahwa Ghosn akhirnya dipanggil oleh jaksa penuntut umum Lebanon minggu depan karena dianggap sudah memasuki negara itu secara ilegal meski ia memegang kewarganegaraan Lebanon, Prancis, dan Brasil.

Namun sayangnya, Lebanon tak memiliki perjanjian ekstradisi dengan Jepang, demikian dirangkum dari berbagai sumber, Minggu (5/1/2020).
Sumber: http://teknologi.inilah.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca