Honda Komitmen Kontribusi Mobil Listrik Di Eropa

oleh -79 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

Jenewa – Di ajang Geneva Motor Show 2019, Honda mengumumkan ambisinya bagi mendukung kontribusi mobil listrik hingga 100 persen terhadap penjualan total Honda di Eropa pada tahun 2025 mendatang.

Target tersebut yaitu revisi dari target Honda sebelumnya yakni, beberapa pertiga penjualan di Eropa berasal dari mobil listrik.

“Sejak visi Honda 2030 pertama kali diumumkan pada Maret tahun lalu, kalian selalu melangkah menuju dimana segala penjualan kalian di Eropa kelak berasal dari mobil listrik. Berbagai tantangan yg dihadapi, menuntut kita bagi menghasilkan produk yg lebih ramah lingkungan untuk mobilitas manusia. Teknologi selalu berkembang pesat dan masyarakat juga akan merubah pandangannya terhadap mobil itu sendiri,” ujar Tom Gardner, Senior Vice President Honda Motor Europe, dalam siaran persnya kepada .

Komitmen Honda buat pengembangan mobil listrik diwujudkan melalui Honda e Prototype, diluncurkan pertama kali di gelaran Geneva Motor Show 2019 di Jenewa, Swiss, mobil tersebut memamerkan wujud mobil listrik pertama Honda bagi pasar Eropa, yg mulai diproduksi massal pada akhir tahun ini.

Diposisikan sebagai kendaraan perkotaan, Honda e Prototype bisa melaju hingga 200 km dalam keadaan baterai terisi penuh, dan memiliki fitur fast charging yg mampu mengisi daya listrik hingga 80 persen dalam 30 menit.

Honda e Prototype dirancang buat memberikan pengalaman berkendara yg emosional dan menyenangkan, didukung penggerak motor elektrik pada roda belakang.

Konsumen mampu mendaftar melalui website Honda bagi memperoleh keterangan terbaru mengenai Honda e Prototype, serta melakukan pemesanan terhadap mobil tersebut di dua wilayah di Eropa pada awal musim panas.

Hingga ketika ini, Honda sudah menerima 15.000 pendaftar di website, yg berminat terhadap Honda e Prototype.

Tidak cuma itu, pada awal 2019, Honda sudah sukses launching All New Honda CR-V Hybrid yg didukung teknologi full hybrid i-MMD dengan beberapa motor penggerak. Honda mengharapkan teknologi hybrid juga mampu memainkan peran utama bagi visinya di tahun 2025.

Kemudian, pada acara konferensi pers di Jenewa, Honda juga memperkenalkan bisnis energy management solutions di Eropa yg pernah diperkenalkan di Frankfurt Motor Show 2017 dulu melalui Power Manager bi-directional charging concept.

Honda berupaya membangun portfolio dari produk manajemen energi serta menawarkan layanan secara lengkap buat konsumen mobil listrik dan operator di Eropa.

“Ini adalah langkah signifikan buat Honda, dengan menghadirkan inovasi terdepan di industri melalui peluncuran layanan manajemen energi. Teknologi ini diharapkan mampu memberi nilai tambah buat operator sistem energi dan konsumen mobil listrik,” kata Gardner.

Honda sudah bekerja sama dengan EVTEC buat membangun teknologi bi-directional Honda Power Manager (kompatibel dengan baterai pada mobil listrik, seperti Honda e Prototype) dan berencana memasarkan produk tersebut dalam dua tahun ke depan.

Honda juga mengumumkan kerja samanya dengan beberapa rekan eksternal, yakni Moixa dan Ubitricity.

Moixa yaitu perusahaan yg memiliki spesialisasi di bidang agregator sumber daya, sehingga memungkinkan konsumen mendapatkan keuntungan dari membagikan kapasitas listrik dari kendaraannya.

Sedangkan Ubitricity adalah perusahaan penyuplai alat pengisian daya, yg menyediakan pendekatan inovatif pada pengisian daya di jalan perkotaan.

Langkah selanjutnya adalah melakukan studi terhadap teknologi tersebut di London, Inggris dan Offenbach, Jerman. Perkembangan dari penelitian tersebut mulai diumumkan pada akhir tahun.


Sumber: http://teknologi.inilah.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca