Heboh Tak Boleh Gunakan Gps Saat Berkendara, Ini Penjelasan Polisi

oleh -337 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

Baru-baru masyarakat dihebohkan dengan larangan memakai GPS atau peta digital ketika berkendara. Terkait hal itu, polisi segera angkat bicara dan meluruskan berita yg beredar di ranah publik.

BERITA TERKAIT
  • 22 Saksi telah diperiksa, masalah kematian mantan Wakapolda Sumut masih gelap
  • Kapolda Metro mutasi Polisi yg peras pengendara motor Rp 150 ribu
  • Disebut terima bantuan dari tersangka Mujianto, ini kata Kapolda Sumut

Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan, bukan dilarang memakai GPS ketika berkendara. Tetapi yg mulai ditindak adalah pengemudi yg aktif mengakses GPS, kemudian cuma mengemudi dengan sesuatu tangan.

“Jadi kalau dia sambil mengemudi, buka GPS, keliling sambil pegang motor tangan satu, kan tak boleh. Di Malaysia telah ditangkapin itu,” jelas Setyo dikutip dari laman ntmcpolri.

Setyo menuturkan, penggunaan GPS ini berbahaya karena banyak pengendara yg ketika berkendara tiba-tiba berhenti tanpa menepi di jalan. Biasanya, dikerjakan pengemudi angkutan online, baik ojek maupun taksi.

“Sebenarnya kalau GPS-nya ditempel di mobil dan digunakan buat mengetahui posisi dia, nggak ada masalah. Yang diarahin kan sebenarnya banyak pengemudi angkutan online yg ketika mendapat order, sambil naik motor atau naik mobil, dibuka orderannya tanpa menepi,” jelas dia.

Kata Setyo, manfaat aplikasi GPS ini sangat menolong pengendara dalam menemukan rute perjalanan. Namun menurut dia, pengendara tetap perlu memperhatikan tata cara penggunaan aplikasi GPS di ponsel agar tak membahayakan keselamatan berlalu lintas.

“Ya berhenti dulu, minggir, jangan tiba-tiba berhenti di tengah jalan atau sambil berkendara membuka aplikasi. Jadi dengan adanya teknologi jangan malah kami kembali tanpa aturan,” tegas dia.

Baru di Jakarta

Pelarangan kendaraan memakai GPS itu, berawal dari pernyataan pejabat Polda Metro Jaya.

Karena itu menurut Setyo, mengenai larangan penggunaan GPS ketika berkendara belum mulai diterapkan di semua Indonesia karena Polri sendiri belum mengkaji peraturan itu.

“Tidak mulai diterapkan di segala Indonesia. Itu telah diklarifikasi Kakorlantas, tak ada itu,” jelas dia.

Setyo menegaskan, pengendara yg ditilang itu yg memakai ponsel dan buka GPS ketika berkendara. Sehingga sesuatu tangannya di ponsel, sesuatu tangan di kemudi atau setir. “Itu jelas nggak boleh,” ujarnya.

Kata dia, di Singapura dan Malaysia, menelpon ketika mengemudi saja harus pakai handsfree. “Jadi ponsel itu tak dipegangin, jadi dia tetap nyetir beberapa tangan saja,” imbuhnya.

(kpl/mat)
Sumber: http://www.merdeka.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca