Ganjil Genap Untuk Motor Bikin Persaingan Ojol Berkurang

oleh -74 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

JAKARTA, – Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB) menyampaikan bahwa sistem ganjil genap sebaiknya diberlakukan juga bagi sepeda motor bagi menekan angka polusi. Meskipun, hal ini mengundang banyak protes dari para ojek online ( ojol).

Ahmad Safrudin, Direktur Eksekutif KPBB, mengatakan, pengendalian kualitas udara atau penurunan polusi udara tak dapat cuma dengan ganjil genap saja, ini harus komprehensif. Sebanyak 44,3 persen polusi udara di Jakarta disumbang oleh motor.

Baca juga: Polisi Harus Gelar Razia Emisi buat Menekan Polusi

“Kalau mau efektif, ya motor harus jadi bagian yg diterapkan ganjil genap, jangan dikecualikan,” ujar pria yg akrab disapa Puput tersebut, di Jakarta, Jumat (16/8/2019).

Menurut Puput, ada pihak-pihak tertentu yg melobi agar motor tak termasuk dalam sistem ganjil genap, salah satunya ojol. Puput menambahkan, sebentar lagi taksi online juga dapat masuk kawasan ganjil genap dengan stiker, sampai Dishub (Dinas Perhubungan) pun ikut mendukung.

“Kalau taksi online ingin masuk kawasan ganjil genap, ya tinggal pakai pelat kuning, sederhana kan. Jika ganjil genap ingin efektif, jangan ada diskriminatif antara roda beberapa dengan roda empat, dua-duanya diterapkan saja,” kata Puput.

Baca juga: Kata Komunitas Perihal Motor Penyumbang Polusi Terbesar di Jakarta

Puput menambahkan, jangan khawatir ojol mulai kehilangan pendapatan, justru mulai meningkat. Ini mulai mengurangi persaingan di ojol. Di ketika pemilik pelat nomor genap beroperasi, yg ganjil libur, begitu pun sebaliknya

“Berarti, nanti yg genap beroperasi, besok tak beroperasi. Jadi, sehari kerja, sehari libur. Libur dapat dipakai beristirahat atau kerja yg lain. Harusnya logika seperti itu yg diterapkan oleh Menteri Perhubungan,” ujat Puput.

Sumber: http://otomotif.kompas.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca

No More Posts Available.

No more pages to load.