Dishub Batal Menerapkan 15 Jam Ganjil Genap Di Jakarta

oleh -54 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

JAKARTA, – Melalui Dinas Perhubungan ( Dishub), Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi memutuskan 16 ruas baru yg mulai terkena dampak ganjil genap. Perluasan ini mulai langsung diimplementasikan secara menyeluruh pada 9 September 2019 mendatang.

Meski makin luas, tetapi waktu pelaksanaannya ternyata tak berlangsung selama 15 jam seperti yg diusulkan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek ( BPTJ). Hanya saja memang ketika sore hari waktunya bertambah sesuatu jam hingga pukul 21.00 WIB.

Menurut Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo, pihaknya telah melakukan analisis mendalam soal ruas termasuk penerapan yg ideal. Berangkat dari kajian tersebut, maka usulan BPTJ bagi Jakarta menerapkan kembali ganjil genap seperti Asian Games 2018 dahulu pun tak terpakai.

“Terhadap usulan BPTJ, harus kami pahami bila Jakarta adalah Ibu Kota negara, pusat kegiatan bisnis dan jasa. Sehingga pemerintah mendorong buat menyiapkan mobilitas warga, dalam konteks ini penerapan ganjil genap beberapa periode pagi dan sore, bukan sepanjang waktu,” ujar Syafrin di Balai Kota, Jakarta, Rabu (7/8/2019).

Baca juga: Simak, Ini Daftar Ruas Jalan Baru yg Kena Ganjil Genap

Walau kenyataannya tetap mengacu waktu ganjil genap reguleler, tetapi Syafrin menjelaskan ada langkah yang lain yg dikerjakan bagi mengimbangi persoalan kemacetan dahulu lintas, yakni dengan melakukan implementasi secara komprehensif.

Infografis perluasan sistem ganjil genap di Jakarta.Dok. Dinas Perhubungan DKI Jakarta Infografis perluasan sistem ganjil genap di Jakarta.

Dia menjelaskan ketika siang hari di mana banyak kendaraan masuk ke Jakarta, Dishub mulai menerapakan strategi transport demand management dengan cara mendongkrak tarif parkir dengan kisaran yg cukup tinggi. Sayangnya, belum ada kejelasan di mana saja titik-titiknya.

“Sehingga dengan implementasi pada periode pagi dan sore hari, di tengah-tengah kami ada kebijakan tarif parkir yg tinggi. Dengan perluasan ganjil genap mulai efektif meningkatkan kinerja dulu lintas pada 25 ruas jalan tadi dan otomatis memperbaiki kualitas udara,” kata Syafrin.

Sebelumnya, Kepala BPTJ Bambang Prihartono, berharap implementasi ganjil genap di jalan arteri Jakarta dapat berlangsung selama 15 jam. Dasar alasannya adalah kinerja dahulu lintas ketika ini yg mengalami penurunan bila dibandingkan ketika Asian Games lalu.

Jika pada ketika Asian Games menurut rekapitulasi kecepatan jalan arteri yg diberlakukan ganjil genap mencapai 36,83 kpj, maka pada Juli 2019 memperlihatkan bahwa kecepatan kendaraan turun menjadi 30,85 kpj. Dalam kata lain, ketika ini keadaan dahulu lintas di Jakarta lebih macet.

Petugas BPTJ menghitung jumlah kendaraan yg melintas di jalur Tol Tangerang-Jakarta ketika uji mencoba sistem ganjil genap di Pintu Tol Kunciran 2, Tangerang, Banten, Senin (16/4/2018). Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono menargetkan, kebijakan sistem ganjil-genap di tol Tangerang-Jakarta mampu mengurangi kepadatan menuju Jakarta hingga 50 persen./ANDREAS LUKAS ALTOBEL Petugas BPTJ menghitung jumlah kendaraan yg melintas di jalur Tol Tangerang-Jakarta ketika uji mencoba sistem ganjil genap di Pintu Tol Kunciran 2, Tangerang, Banten, Senin (16/4/2018). Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono menargetkan, kebijakan sistem ganjil-genap di tol Tangerang-Jakarta mampu mengurangi kepadatan menuju Jakarta hingga 50 persen.

Baca juga: Simak Aturan Baru Perluasan Ganjil Genap Jakarta [VIDEO]

Dari segi volume, capacity, ratio (VC Ratio) pada jalan arteri juga tercatat mengalami kenaikan. Saat Asian Games VC Ration memperlihatkan 0,60, tetapi Juli dahulu naik menjadi 0,69. VC Ration sendiri yaitu perbandingan jumlah kendaraan dengan kapasitas jalan dalam sesuatu waktu, bila angkanya naik berarti kepadatan kendaraan meningkat yg menyebabkan kelancaran berkurang.

“Data-data tersebut menjadi bukti bahwa kebijakan ganjil genap cukup efektif menjadi solusi mengurangi kemacetan dan tentunya berdampak pula pada pengurangan polusi udara,” ujar Bambang.

Sumber: http://otomotif.kompas.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca

No More Posts Available.

No more pages to load.