Datsun Belum Lirik Buka RdanD Center Di Indonesia

oleh -90 Dilihat

Banyumas Raya

Jakarta, – Rumor soal rencana Datsun yg mulai membangun R&D Centre di Indonesia, ternyata belum benar. Ini telah dikonfirmasi segera oleh Masato Nakamura, Head of Datsun Indonesia.

Memang diakui, kalau transfer pengetahuan soal teknologi dan manufaktur otomotif di Indonesia mampu dikatakan masih sangat amat minim. Berbeda jauh seandainya dibanding dengan China, yg terbilang sukses membajak ilmu-ilmu otomotif asing.

Hingga ketika ini, baru Daihatsu saja yg telah membangun pusat penelitian dan pengembangan mobil di sini. Meski begitu, Masato tidak menutup mata, kalau Indonesia cukup potensial jadi pusat R&D.

“Saya sendiri tak tahu mulai kabar itu (Datsu buka R&D di Indonesia). Namun Indonesia cukup potensial bagi menjadi tempat dibangunnya fasilitas tersebut,” ujar Masato, Kamis (3/5/2018).

Keputusan bagi bangun fasilitas-fasilitas seperti itu, kata Masato, ada dua pertimbangan yg harus dipikirkan. Mulai dari permintaan pasar di dalam negerinya dan juga tren.

Baca juga : Lewat Cross, Datsun Tegaskan Mereka Bukan Merek Mobil Murah

Datsun Cross.ISTIMEWA Datsun Cross.

“Secara global yg kalian lakukan tak cuma R&D center tetapi juga pabrik, termasuk design centre. Kami menetapkan di mana kita harus membangun fasilitas tersebut, tentu saja kalian melihat demand dan tren,” ucap Masato.

“Contohnya, kalian milik pusat R&D di India, mampu kami bayangkan kalau di sana pasarnya sampai 3 jutaan unit pertahunnya. Jadi kalian melihat ada kesempatan besar di sana, juga tempat lainnya seperti Amerika Serikat, Eropa, Jepang, dan China,” kata Masato.

Buat Indonesia

Sementara buat Indonesia sendiri, Masato menyebutkan sesuai fakta kalau pasarnya ketika ini cuma sebesar 1,1 jutaan unit saja. Namun dirinya tidak menutup mata mulai populasi yg sangat besar.

“Jadi pada sektor otomotif kita milik kesempatan besar, sebetulnya kalian milik R&D juga di sini, tetapi apakah kita mulai membuatnya menjadi lebih besar dengan seluruh kelengkapannya atau tidak, itu tergantung dari sumber daya global dan rencana kami, termasuk dari sisi pasar,” ucap Masato.

Pemerintah Indonesia sendiri melalui Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, kalau pelaku industri yg berinvestasi dengan membangun pusat R&D di Indonesia, mulai mendapat insentif pajak atau tax allowance sampai 300 persen.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-4112’); });

Sumber: http://otomotif.kompas.com
BanyumasRaya.com

No More Posts Available.

No more pages to load.