Cara Korlantas “PDKT” Dengan Kaum Milenial

oleh -52 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

JAKARTA, – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri harus menyesuaikan posisi dengan keadaan terkini dalam mengatakan keterangan kepada masyarakat. Apalagi kini sedang fokus mengedukasi anak milenial soal keselamatan berkendara.

Apalagi di zaman sekarang ini seluruh keterangan dibutuhkan secara cepat, termasuk persoalan dulu lintas. Kaum milenial semakin dimudahkan dalam memperoleh keterangan apapun termasuk persoalan aturan atau tindakan terkait dahulu lintas.

Direktur Keamanan dan Keselamatan (Dirkamsel) Korlantas Polri Brigjen Pol Chryshnanda Dwilaksana, menjelaskan, keterangan dari berbagai hal sangat kompleks dan bervariasi. Namun secara prinsip yg mendasar dalam pendekatan pemolisian mampu dikategorikan menjadi 3 bagian besar.

“Ada tiga prinsip pendekatan pemolisian yg mampu dilakukan. Yang pertama merupakan berbasis wilayah atau area, yg kedua berbasis kepentingan atau fungsi atau dari aktivitas. Ketiga berbasis dampak masalah,” kata Chryshnanda dalam siaran resmi, Kamis (31/1/2019).

Baca juga: Polisi Ajak Generasi Milenial Sadar Akan Keselamatan Berkendara

Menurut dia, seandainya dielaborasi lebih jauh lagi maka sistem-sistem pengumpulan keterangan mulai dianalisa atau dikembangkan kemudian menjadi data. Langkah ini agar keterangan lebih gampang dipahami oleh generasi milenial.

Ratusan siswa SMA Pertiwi Ambon mengikuti sosialisasi tertib berlalu lintas oleh Ditlantas Polda Maluku, Rabu (23/1/2019). Kegiatan tersebut menjadi rangkaian kegiatan Millenial Road Safety (MRS) Festifal 2019 di Ambon/RAHMAT RAHMAN PATTY Ratusan siswa SMA Pertiwi Ambon mengikuti sosialisasi tertib berlalu lintas oleh Ditlantas Polda Maluku, Rabu (23/1/2019). Kegiatan tersebut menjadi rangkaian kegiatan Millenial Road Safety (MRS) Festifal 2019 di Ambon

“Data yaitu konstruksi atau bangunan keterangan dari berbagai kategori mulai satu yg berbasis wilayah maupun kepentingan. Ini keterangan terstruktur dibangun sistematis, bisa dihubungkan secara holistik atau saling terkait dan menjadi suatu model,” kata dia.

Chryshnanda melanjutkan, dari model inilah mulai menjawab permasalahan yg sudah bahkan mulai terjadi. Sistem analisa data menjadi kekuatan tingkat kecerdasan atau kecanggihan suatu teknologi informasi.

“Agar maksimal harus dilengkapi sistem visual yg berupa peta, tabel grafik, diagram maupun gambar, di mana hal ini telah biasa di zanan milenial. Ini menjadi alat bantu buat memprediksi, membuat antisipasi dan solusi secara cepat tepat akurat transparan dan gampang diakses,” ujar Chryshnanda.

Selain itu, sistem teknologi di era digital juga harus mengandalkan kamera. Berfungsi bagi menangkap obyek yg diolah menjadi data.

“Karena ini sangat utama di antaranya bagi menangani persoalan yg berkaitan dengan kecepatan serta keterangan maupun reaksi cepat pada ketika darurat,” kata dia.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-4112’); });

Sumber: http://otomotif.kompas.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca