Belum Menyerah, Honda BR-V Mau Bersolek

oleh -411 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

JAKARTA, – Meski selalu tergerus di segmen low sport utility vehicle (LSUV), nampaknya tidak membuat Honda Prospect Motor (HPM) berkecil hati mempertahankan BR-V. Bahkan Honda pun sedang menyiapkan versi penyegarannya.

Hal ini disampaikan oleh Marketing and Aftersales Service Director HPM Jonfis Fandy, yg mengatakan, mulai ada dua ubahan bagi BR-V. Pernyataan ini pun sekaligus menepis adanya isu Honda mulai “menyuntik mati” BR-V karena performa yg selalu menurun.

“BR-V ditunggu saja, ada tetapi nanti mulai dikasih tahu lagi, yg pasti memang ada sedikit-sedikit perubahan yg mulai dilakukan,” ucap Jonfis kepada media di Karawang, Jawa Barat, Selasa (26/3/2019).

Baca juga: Brio Jadi Menu Buka Puasa Ekspor CBU Honda Indonesia

Saat ditanya apa saja perubahan yg bakal dikerjakan sebagai modal BR-V bagi kembali bersaing, Jonfis menegaskan memang tak mulai signifikan. Bahkan dari segi desain pun tetap mulai bertahan dengan BR-V yg ada ketika ini.

“Produk tak dapat berubah banyak, kalau mau berubah banyak itu full model change sekalian interior dan lain-lain. Kami mulai bertahan dengan BR-V yg sekarang. Perubahannya ya sesuai dengan survei yg kalian lakukan mulai kalian update, jadi cuma sekadar penyegaran saja,” kata Jonfis.

Honda BR-V mengalami penyegaran tampilan minor, terjadi ubahan pada desain bemper, dan dua detail lain./Aditya Maulana Honda BR-V mengalami penyegaran tampilan minor, terjadi ubahan pada desain bemper, dan dua detail lain.

Lebih lanjut Jonfis menyampaikan bahwa dari segi life cycle, BR-V memang masih panjang. Karena biasanya bagi produk lokal mendapatkan full model change sekitar enam tahunan, tergantung dengan unit dan faktor lainnya.

Meski dari segi pencapaian BR-V selalu turun dari 38.666 unit pada 2016 menjadi 9.143 unit di 2018, situasi ini dianggap wajar akibat datangnya model baru dari kompetitor. Bahkan HPM menilai tak merasa rugi memproduksi BR-V karena dibangun dengan platform yg sama dengan Mobilio dan Brio, sehingga secara biaya lebih efesien begitu juga dengan suku cadangnya.

“Ketiganya ini memakai platform yg sama kalau digabungkan penjualannya masih oke per bulan, jadi masih dapat memberikan benefit, manufaktur juga masih jalan terus. Kalau BR-V hanya sesuatu model sendiri itu mungkin baru trouble,” ucap Jonfis.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-4112'); });

Sumber: http://otomotif.kompas.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca