Belajar Dari Kecelakaan Beruntun Lamborghini Di Tol

oleh -182 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

Jakarta, – Rombongan komunitas Lamborghini terlibat kecelakaan beruntun di Jalan Tol Cipali Km 88+200 jalur A (Cikopo-Palimanan, Kampung Cibeunying, Subang), Jumat (9/3/2018) pukul 12.00 WIB. Peristiwa itu terjadi karena ada perbaikan jalan sehingga mengalami penyempitan pada lajur lambat.

Tabrakan beruntun itu terjadi ketika Lexus melaju di lanjur cepat, karena ada penyempitan lajur maka menabrak bagian belakang Honda HR-V, dan segera menyeruduk mobil patwal. Mobil dinas polisi itu (Denwal Korlantas) terdorong sampai akhirnya menabrak bagian belakang Lamborghini B 1 DIS 1.

Belajar dari masalah itu, menurut Pendiri dan Instruktur dari Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu, saat mengalami hal serupa, sopir perlu mengambil sikap, misal mengemudikan ke arah kiri atau kanan jalan, namun perlu dipastikan lalu keadaan di sekitar aman atau tidak.

Misal, seandainya terjadi ancaman seperti pecah ban atau seperti peristiwa di atas, maka pengemudi harus segera melihat keadaan yg tak dapat terlihat, misal mengecek kondisi di belakang atau samping melalui kaca spion yg ada di kiri dan kanan.

Baca juga: Terlibat atau Lihat Kecelakaan, Ini Aturannya Sesuai Undang-Undang

“Setelah melihat spion, jadi kami dapat melihat situasi di sekitar apakah aman bagi mengambil tindakan ke kiri atau ke kanan, jangan segera berhenti begitu saja itu jelas berbahaya,” ujar Jusri ketika dihubungi , Jumat (9/3/2018) malam.

Pindah jalur ke kiri atau ke kanan, kata Jusri juga tak boleh sembarangan. Pengemudi harus meningkatkan level kecepatan agar tak mengganggu atau membahayakan kendaraan di sekitarnya.

“Begitu juga kalau memang harus mengerem, sebaiknya mengerem itu jangan dalam keadaan panik. Mobil harus dalam kendali sopir, karena kalau tak justru membahayakan bagi diri sendiri dan orang yang lain di sekitar,” kata Jusri.

Belum lagi, saat dalam posisi konvoi apalagi dengan kecepatan tinggi di jalan Tol maka semua pengemudi harus terus berkonsentrasi tinggi. Salah sedikit, fatal akibatnya dan dapat terjadi kecelakaan beruntun seperti itu.

“Lengah sesuatu detik saja kalau mobil kecepatan 100 kpj, sopir yg ada di mobil belakang mulai kehilangan jarak dengan mobil depan sekitar 28 meter. Jadi kalau seperti itu sopir juga jangan panik, dan terus fokus, jangan sampai lengah sesuatu detik pun, kalau lengah dampaknya seperti itu terjadi kecelakaan beruntun,” ujar Jusri.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-4112’); });

Sumber: http://otomotif.kompas.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca