Banyaknya Mobil Listrik Jadi Tantangan Baru Di AS

oleh -55 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

Washington – Jumlah mobil listrik yg kini semakin banyak yaitu tantangan baru untuk pemilik pompa bensin, supermarket dan mal di AS, karena mereka harus menyesuaikan diri dengan kebutuhan mobil listrik, merupakan tempat pengisian baterei.

Berdasarkan data Edson Electric Institute, hingga akhir Maret lalu, di AS tercatat 1,2 juta mobil listrik, dan menjelang tahun 2030 jumlah itu diperkirakan mulai mencapai 18,7 juta kendaraan.

“Sekitar tiga tahun yg lalu, pompa-pompa bensin dan supermarket tak pernah memikirkan keperluan penyediaan fasilitas pengisian baterai buat mobil listrik, mereka bahkan berharap mobil-mobil listrik itu mulai mati,” kata John Eichberger, Direktur Eksekutif Fuels Institute, seperti dilansir VOA News.

Pemilik pompa bensin, toko makanan dan supermarket beranggapan, munculnya mobil listrik yaitu ancaman terbesar buat model usaha mereka.

“Tapi kini mereka menyadari bahwa mobil-mobil listrik ini adalah pelanggan mereka yg jumlahnya semakin besar,” imbuh Eichberger.

Masalah yg dihadapi pompa bensin tradisional adalah waktu yg dibutuhkan buat mengisi baterai mobil, yg diperkirakan paling sedikit 20 sampai 30 menit. Ini dibandingkan dengan pengisian bensin yg cuma membutuhkan waktu tiga sampai empat menit.

Dalam sebuah diskusi panel di sela-sela ajang pameran otomotif Los Angeles Auto Show 2019 dua waktu lalu, Eichberger menyebut bahwa di AS ada 145.000 pompa bensin tradisional, dan mereka mampu memasang stasiun pengisian baterai dengan cepat guna memenuhi kebutuhan pemilik mobil listrik.

“Pompa bensin seperti itu dapat memperluas model bisnisnya dengan menawarkan semacam restoran, lengkap dengan WiFi yg dapat dimanfaatkan sambil mengisi baterai mobil,” kata Eichberger.

Toko-toko atau semacam warung yg menjual kebutuhan sehari-hari juga menghadapi persoalan yg sama.

Ed Hudson, Direktur Senior Kroger, salah sesuatu pemilik supermarket terbesar di AS, memperkirakan lebih dari 30 persen mobil yg digunakan di negara itu adalah mobil listrik dalam waktu 20 tahun ke depan.

Menurut dia, toko atau warung seperti itu juga harus mengubah tempat parkir mereka supaya dapat menampung kebutuhan pemilik mobil listrik.

Kendala yang lain adalah banyaknya perusahaan yg membuat sistem pengisian baterai yg berbeda, yg menyulitkan standardisasi, dan mahalnya ongkos memasang stasiun pengisian listrik seperti itu di tempat parkir.

Hudson menyebut, toko-toko kecil penjual makanan dan keperluan lainnya, yg banyak terdapat di Pantai Barat dan Pantai Timur AS pada umumnya cuma milik tempat parkir kecil, karena mahalnya harga tanah.

Tapi toko serba ada yg besar dan milik lapangan parkir besar juga menghadapi persoalan karena ketatnya peraturan yg ditetapkan oleh pejabat daerah setempat.
Sumber: http://teknologi.inilah.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca