Bahaya Laten Berkendara Di Kabut Asap Karhutla

oleh -66 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

JAKARTA, – Beberapa wilayah di Pulau Sumatera dan Kalimantan dilanda kabut asap akibat bencana Kebakaran Hutan dan Lahan ( Karhutla). Kondisi ini pun berdampak segera pada kehidupan masyarakat, termasuk para pengendara bermotor.

Salah satunya yg paling parah adalah berkurangnya jarak pandang ketika berkendara. Ini berlaku bukan cuma bagi buat mobil, tetapi juga para biker yg mengendarakan sepeda motor.

Penggiat safety riding sekaligus pelopor Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu, meminta agar para pengendara lebih barhati-hati saat membawa kendaraan di kawasan kabut asap.

Baca juga: Benarkah Jalan Beton Bikin Ban Gampang Aus?

Sejumlah kendaraan bermotor melintas di Fly Over jalan Ahmad Yani yg terpapar kabut asap di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Minggu (15/9/2019).Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Provinsi Kalsel mengakibatkan Kota Banjarmasin terpapar kabut asap dengan aroma yg menyengat dan bertambah pekat dalam dua hari terakhir.ANTARA FOTO/BAYU PRATAMA S Sejumlah kendaraan bermotor melintas di Fly Over jalan Ahmad Yani yg terpapar kabut asap di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Minggu (15/9/2019).Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Provinsi Kalsel mengakibatkan Kota Banjarmasin terpapar kabut asap dengan aroma yg menyengat dan bertambah pekat dalam dua hari terakhir.

“Faktor pertama jelas menyerang visibilitas yg membuat jarak pandak ketika membawa motor atau mobil menjadi lebih pendek. Pengendara tidak dapat melihat jauh ke sepan seperti pada umumnya,” ujar Jusri kepada , Rabu (18/9/2019).

Jusri menyarankan, buat pengemudi kendaraan bermotor bagi memikirkan atau merencanakan kembali perjalanan saat sedang dihadapi kabut asap.

Bila memang keperluannya tak darurat, sebisa mungkin tak usah keluar apalagi sampai membawa kendaraan bermotor.

Tapi bila memang mendesak, di sarankan agar pengendara memilih waktu ketika pagi hari. Kondisi ini lantaran intensitas asap tidak terlalu tinggi ketika pagi hari, berbeda dengan siang hari.

Baca juga: Kecelakaan Tol Jagorawi, Pelajaran dari Fatalnya Pecah Ban Mobil

“Tingkat kelembapan udara masih ada di pagi hari sehingga mungkin asap mulai berkurang, tak terlalu pekat seperti siang hari. Kalau sore dan malam mulai lebih parah, karena telah gelap, tertutup asap juga, jadi jangan nekat karena minim sekali visibilitasnya,” ucap Jusri.

Sumber: http://otomotif.kompas.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca

No More Posts Available.

No more pages to load.