Apa Kabar Skuter Listrik Gesits?

oleh -41 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

JAKARTA, — Skuter listrik garapan anak bangsa, Gesits, dijadwalkan meluncur jauh sebelum pemilihan presiden (Pilpres) pada 17 April 2019. Langkah selanjutnya telah bersiap masuk jalur produksi massal.

Menurut CEO PT Gesits Technologies Indo (GTI) Harun Sjech, proses perakitan massal belum dimulai karena ada dua hal yg harus dipersiapan sebelum akan diproduksi. Namun, dia optimistis Gesits mampu langsung meluncur.

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini dapat meluncur,” ucap Harun saat dihubungi , Senin (21/1/2019) siang.

Harun menjelaskan, sejauh ini tak ada kendala atau persoalan yg menghambat proses perakitan. Semuanya berjalan dengan lancar. Hanya saja, jadwal peluncuran belum mampu dikerjakan pada Januari tahun ini.

Baca juga: Konsep Tukar Baterai Motor Listrik ala Pertamina dan Gesits

“Secepatnya mulai kami informasikan, kita mohon doanya agar semuanya dapat berjalan dengan lancar,” ujar Harun.

Skuter listrik ini juga telah mendapatkan lampu hijau dari berbagai kalangan, akan pihak swasta, Kementerian Perindustrian, hingga presiden Joko Widodo (Jokowi).

Presiden Joko Widodo jajal skuter listrik anak bangsa, Gesits yg bersiap produksi massal, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (7/11/2018)PT GESITS Presiden Joko Widodo jajal skuter listrik anak bangsa, Gesits yg bersiap produksi massal, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (7/11/2018)

Sementara itu, Head Marketing PT Gesits Technologies Indo (GTI) Andre juga pernah menyampaikan bahwa bentuk prototipe yg sekarang ini telah hampir 90 persen. Perlu dua penyempurnaan lagi, tapi tak terlalu banyak.

“Sifatnya cuma improvement saja, tak ke soal sasis, bodi, apalagi yg lebih teknis. Keseluruhan telah ready bagi produksi awal tahun ya,” kata Andre kepada belum lama ini.

Gesits diproduksi di pabrik PT Wika Industri Manufactur di Kawasan Industri Wijaya Karya (Wika) Cileungsi, Bogor, Jawa Barat.

Tahap awal, pabrik mulai memakai salah sesuatu bangunan seluas 2.400 meter persegi yg dimanfaatkan buat fasilitas penerimaan komponen, perakitan kendaraan, dan pengujian akhir. Kemudian hasil produksi mulai ditampung dalam gudang penyimpanan sementara seluas 1.400 meter persegi.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-4112’); });

Sumber: http://otomotif.kompas.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca