Alasan Kenapa Istilah Mobil Nasional Tidak Cocok Pada Esemka

oleh -87 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

JAKARTA, – Esemka menolak disebut sebagai mobil nasional (mobnas) Indonesia. Pihak PT Solo Manufaktur Kreasi (Esemka) mengatakan, lebih cocok disebut mobil produksi Indonesia, ketimbang mobnas.

Eddy Wirajaya, Presiden Direktur PT Solo Manufaktur Kreasi (Esemka) mengatakan, status mobnas tak tepat bagi Esemka. Sebab Esemka yaitu perusahaan swasta yg bergerak di bidang pembuatan atau produksi mobil di Indonesia, tepatnya melalui pabrik yg berlokasi di Boyolali, Jawa Tengah.

“Kami bukan mobil nasional, tetapi kalian murni Indonesia. Kami produksi mobil di Indonesia dengan memakai tenaga dari Indonesia,” ucap Eddy Wirajaya, Presiden Direktur PT Solo Manufaktur Kreasi (Esemka), di Jakarta, Selasa (13/8/2019).

Baca juga: Harga Pikap Esemka Akan Bersaing dengan Carry dan Granmax

Para pekerja yg ada di pabrik itu juga diambil dari lulusan berbagai Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yg ada di Solo Raya serta Jawa Tengah. Eddy menegaskan bila Esemka telah akan beroperasi layaknya pabrik mobil yang lain tanpa adanya fasilitas khusus dari pemerintah.

Kembali ke sejarah otomotif nasional, pemakaian kata mobnas di Esemka tak tepat. Kala itu pada pada 1996 Indonesia dituduh melanggar dua poin pada ketentuan General Agreements on Tariff and Trade (GATT).

Selanjutnya pada 22 April 1998, badan penyelesaian sengketa (Dispute Settlement Body) WTO menetapkan bahwa program mobnas melanggar asas perdagangan bebas. Proyek mobnas pun ditutup dan sejak itu tak ada lagi istilah mobnas.

Baca juga: Mengapa Esemka Selalu Menutup Diri?

“Kami juga memakai komponen dari perusahaan lokal buat suku cadang. Investasi kita murni Indonesia, tak ada dari pihak asing dan tanpa ada pak Jokowi, itu clear,” kata Eddy.

Sumber: http://otomotif.kompas.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca

No More Posts Available.

No more pages to load.