Ada MRT, Pembatasan Kendaraan Pribadi Bisa Dilakukan

oleh -73 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

JAKARTA, – Kehadiran mass rapid transit ( MRT) Jakarta yg bersiap beroperasi akhir Maret 2019 ini, masih mendatangkan tanda tanya. Pasalnya, bila tak dibarengi dengan langkah berupa penekanan penggunaan kendaraan pribadi, maka upaya mengurangi kemacetan di jalan Ibu Kota mulai sia-sia.

Seperti diketahui, salah sesuatu harapan hadirnya MRT adalah agar pengguna kendaraan pribadi mampu beralih memakai angkutan massal. Tujuannya agar dapat mengurangi volume kendaraan dan mencegah kemacetan terutama sepanjang koridor jalan yg dilaluinya.

Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek ( BPTJ) Bambang Prihartono, menjelaskan, bahwa integrasi antara MRT dengan feeder sebagai angkutan pengumpan yaitu kunci dan tak mampu berdiri sendiri.

Baca juga: Sistem ERP Masuki Tahap Kajian Peserta Lelang

“Bila tak tersedia layanan angkutan umum yg bersifat massal dan terintegrasi, kami kahwatir stasiun MTR mulai menjadi titik kemacetan, jangan sampai MRT yg diharapkan mengurai kemacetan justru jadi sumber kemacetan baru,” ucap Bambang dalam siaran resminya, Jumat (15/3/2019).

Foto ilustrasi penerapan Electronic Road Pricing (ERP) di Jalan Lim Teck Kim Singapura.Josephus Primus Foto ilustrasi penerapan Electronic Road Pricing (ERP) di Jalan Lim Teck Kim Singapura.

Selain dari itu, Bambang menilai perlu juga kebijakan guna mendorong optimalisasi pembatasan kendaraan pribadi. Cara ini dapat ditempuh dengan mempercepat implementasi jalan berbayar atau electronic road pricing ( ERP).

Namun bila memang hal tersebut ternyata belum bersiap dalam waktu dekat, Bambang berharap agar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menerapkan kebijakan sistem ganjil genap sehari penuh layaknya ketika Asian Games 2018 lalu.

“Seandainya ERP belum siap, pertimbangannya penerapan kembali ganjil-genap sehari penuh. Saat Asian games dulu telah terbukti efektif mampu mengurai kemacetan di jalan arteri Jakarta, tetapi ketika diubah kembali pagi dan sore seperti sekarang, kamacetan justru kembali meningkat,” kata Bambang.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-4112’); });

Sumber: http://otomotif.kompas.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca