MPR: Jangan Ada Kompromi Untuk Politik Pragmatis

oleh -68 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

– Wakil Ketua Mejelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia ( MPR RI) Ahmad Basarah menyampaikan konsensus berbangsa dan bernegara sama sekali tak boleh dinegosiasikan.

Konsensus ini di antaranya Pancasila, Undang Undang Dasar (UUD) 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Jangan ada kompromi. Jangan ada negosiasi dalam kondisi apapun. Apalagi cuma bagi kepentingan politik pragmatis guna meraih dukungan suara dalam kontestasi pemilu,” jelasnya melalui rilis tertulis, Sabtu (3/8/2019). 

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-5112'); });

Baca juga: Menerjang Berbagai Tantangan Bangsa Melalui Empat Pilar MPR RI

Selain dalam kontestasi pemilu, Ahmad juga mencontohkan pemilihan kabinet yg ketika ini sedang dilakukan Presiden Jokowi.

“Tentu Pak Jokowi mulai berbicara dengan para ketua umum partai politik. Semua boleh meminta, tetapi Pak Jokowi yg mulai memutuskan,” tutur Ahmad.

Semua itu, lanjutnya, mulai berpulang pada hak prerogratif Presiden.

Empat pilar

Sementara itu, Direktur Eksekutif Indo Barometer M. Qodari menyerukan perlunya rumusan agenda besar republik bersama-sama.

Wujud nyatanya adalah membentuk poros politik empat pilar konsensus berbangsa-bernegara, sebagaimana telah disosialisasikan oleh MPR RI.

“Upaya penguatan mental ideologi bangsa sebagaimana digagas Almarhum Taufiq Kiemas relevan bagi diterapkan,” jelas Qodari. 

Inilah agenda besar republik, tambahnya, sebab kontestasi Pemilu 2024 mulai lebih keras dan brutal.

Baca juga: MPR: SDM Bermutu Lahir dari Pendidikan Bermutu

“Bukan tak mustahil semua cara dihalalkan buat menang,” terang Qodari.

Di sisi lain, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni memberikan catatan terhadap pelaksanaan Pemilu 2019.

Salah satunya adalah terjadinya brutalisme politik dengan memakai dalil-dalil agama sebagai basis argumentasi dan buat menyerang lawan politik.

“Bertemunya elite partai politik layak diapresiasi dan sangat bermanfaat bagi relaksasi ketegangan. Brutalisme politik telah kalian maafkan, namun jangan dilupakan,” pungkasnya.

Sumber: http://nasional.kompas.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca

No More Posts Available.

No more pages to load.