Mengenal Istilah Baru Dari Pimpinan KPK, “Negara Mengkorupsi Negara”

oleh -139 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

JAKARTA, – Korupsi di Indonesia telah sangat mengakar. Komisi Pemberantasan Korupsi bahkan milik istilah bagi menggambarkan parahnya korupsi di Indonesia.

Adapun, istilah yg digunakan adalah “Negara Mengkorupsi Negara”.

Istilah itu terlontar dari mulut Wakil Ketua KPK Laode M Syarif ketika menjadi pembicara dalam diskusi Refleksi Gerakan Anti-Korupsi, Menjawab Tantangan 20 Tahun Reformasi, Jakarta, Jumat (18/5/2018).

Planing (perencanaan korupsi), ini penting. Ini yg kalian sebut negara mengkorupsi negara,” ujarnya.

Istilah negara mengkorupsi negara mengacu kepada tindak pidana korupsi yg telah direncanakan sejak perencanaan anggaran dilakukan.

Baca juga: Ketua KPK: Kita Cari Celah bagi Lanjutkan Kasus Korupsi E-KTP

Laode menyebut perkara korupsi KTP elektronik atau e-KTP sebagai salah sesuatu contoh nyata bukti bahwa pejabat negara tega mengkorupsi anggaran punya negaranya sendiri.

Menurut dia, banyak perkara korupsi yg melibatkan pemerintah pusat, legislatif, dan pihak swasta. Kasus ini telah dirancang sejak perancangan penganggaran proyek dikerjakan di DPR.

“Angkanya sebenarnya sekitar Rp 2,6 triliun, tapi digelembungkan jadi Rp 6 triliun,” kata dia.

KPK menyatakan, pengungkapan perkara KTP elektronik bukanlah hal yg gampang sebab melibatkan pihak swasta dan aliran dananya hingga ke berbagai negara.

“Dari awal, setelah kita selidiki, susah. Transaksinya di Indonesia, di Singapura, di India, di Amerika, bahkan di Mauritius,” ucap Laode.

Seperti diketahui, KPK telah menjerat dua orang terkait perkara korupsi KTP elektronik. Mulai dari mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto, mantan pejabat Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Irman dan Sugiharto, hingga pengusaha Andi Narogong.

TV Soal kelanjutan masalah KTP elektronik yg terkait dengan Setya Novanto, Ketua KPK Agus Rahardjo mengaku tengah mendalami hal ini.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-4112’); });

Sumber: http://nasional.kompas.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca