Mencari Solusi Hilangkan Motor Di JLNT Tanah Abang-Karet

oleh -226 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

Sebuah video berdurasi 14 detik menampilkan ratusan sepeda motor berhenti menutupi jalan ketika melintasi jalan layang non tol (JLNT) Tanah Abang-Karet. Ini bukan yaitu kali pertama kejadian tersebut terjadi. Mereka berhenti lantaran ada polisi yg tengah melakukan razia kendaraan bermotor.

BERITA TERKAIT
  • Polisi sebut pengemudi dapat stres jalanan macet tidak boleh dengar musik
  • Soal merokok sambil berkendara mampu di penjara, ini penjelasan lengkap polisi
  • Motor melintas di JLNT Casablanca, polisi mulai komunikasi dengan Dishub

Untuk diketahui, JLNT tersebut tak diperuntukkan untuk kendaraan roda dua. Alasannya karena tingginya jalan tersebut, dan angin kencang yg berpotensi menyebabkan kecelakaan buat pengendara motor. Bahkan, pernah terjadi pengendara motor terpental dan jatuh hingga tewas di depan Kuningan City.

Kepolisian bukan sekali atau beberapa kali melakukan razia bagi memberikan efek jera. Namun sanksi tilang dan jerat hukum masih belum membuat pengendara motor jera. Mereka kebanyakan menghindari kemacetan di Jalan Prof. Dr. Satrio.

Pengamat dari Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno mengatakan, seharusnya kejadian seperti di atas tak terjadi di Jakarta. Lantaran ada paham berkeadilan dalam memakai jalan, seperti di Jalan Thamrin-Jalan Medan Merdeka Utara, maka pelanggaran tersebut terjadi.

“Paham keadilan yg didengungkan Gubernur DKI sudah merusak segala tatanan transportasi. Jakarta yg sesungguhnya mampu jadi contoh penataan transportasi yg beradab, sekarang menjadi kurang beradab dengan mengatasnamakan keadilan,” katanya kepada merdeka.com, Kamis (1/3).

Menurutnya, cara membuat efek jera untuk pengendara motor adalah sanksi tegas. Jangan cuma memberikan hukuman dengan denda yg kecil, agar memberikan efek jera. Selain itu, pengawasan di kedua sisi jalan JLNT juga harus dijaga.

“Polisi jangan kehilangan akal. Bisa kerjasama dengan hakim, minta didenda setinggi tingginya. Petugas harus cari akal jangan kalah dengan pesepeda motor yg langgar aturan,” tegasnya.

Pendapat serupa juga disampaikan pengamat kebijakan publik Nirwono Yoga. Nirwono mengingatkan, jangan pernah memberikan peluang pengecualian atau diskresi kendaraan motor naik ke JLNT. Karena keputusan tersebut mulai diikuti pelanggaran sama di yang lain lokasi.

“Motor yg tetap nekat melintas JLNT tetap harus ditindak tegas, ditilang, dan petugas juga harus setiap ketika bertugas baik di ujung naik maupun turun JLNT. Ketegasan petugas sangat diharapkan. Pengendara motor berani menerobos karena melihat peluang dan ketidaktegasan aparat di lapangan. Itu yg harus ditegakkan,” tegasnya.

Dia mengingatkan, salah sesuatu alasan pengemudi motor menerobos JLNT Tanah Abang-Karet karena menghindari kemacetan di Jalan Prof. Dr. Satrio. Untuk itu, Nirwono mengharapkan, Pemprov DKI Jakarta membangun pembatasan transportasi pribadi secara berkelanjutan.

“Pembatasan pergerakan kendaraan pribadi (mobil dan motor) harus dikerjakan baik dengan penerapan ERP maupun pelarangan motor naik JLNT, penerapan ganjil genap, serta dipercepat pembangunan transportasi massal agar warga berpindah menggunakannya dalam beraktivitas ke pusat kota. Pemahaman ini yg harus dibangun,” tutupnya. [fik]

Sumber: http://www.merdeka.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca